Berita

Dialog Isu-isu Kebimasislaman Tahap II/RMOL

Nusantara

ASN Yang Masuk Di Kemenag Harus Tanamkan Empat Pilar Kebangsaan

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 15:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan terpapar radikalisme terpaksa harus diberhentikan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Moh Agus Salim menegaskan hal itu dalam keterangannya di acara Dialog Isu-isu Kebimasislaman Tahap II, di Jakarta, Kamis (17/12).

"Tak ada pilihan lain. Terutama jika terjadi di lingkungan Kemenag, katanya.


Sebelum menjadi ASN, seseorang perlu diberikan pembekalan dan pendidikan kilat sebagai upaya mencegah ASN terpapar radikal.

ASN yang masuk di Kemenag harus mengikuti aturan dengan tidak mengikuti paham radikalisme. Bahkan, kata Agus, para ASN juga harus menanamkan empat pilar kebangsaan.

"Kalau dia mau jadi keluarga Kementerian Agama ya harus ikuti aturan. Mereka harus menguasai empat pilar. Harus NKRI, harus Pancasila, juga tidak mengembangkan paham-paham yang tidak dibenarkan,” ucapnya.

Menjadi ASN berarti harus tunduk pada aturan negara. Salah satunya dengan tidak mengikuti kegiatan yang dapat membahayakan bangsa dan negara.

“Kalau sudah menjadi pegawai berarti telah mendarmakan, tunduk kepada aturan negara. Jangan lagi mengikuti kegiatan-kegiatan yang provokatif. (Seperti) paham-paham radikalisme, dan segala macam,” ujar Agus.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum sah menjadi ASN.

“Di ASN itu kan sekarang juga ada beberapa tahapannya Dulu, sebelum menjadi ASN, ada pembinaan-pembinaan. Dulu kan ada prajabatan. Sekarang ada diklat-diklat P4 dan segala macamnya," jelas Agus, menekankan banyaknya upaya yang dilakukan untuk menghindari ASN dari paparan radikal.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya