Berita

Adegan saat empat orang laskar FPI yang diturunkan dari mobil Chevrolet Spin sebelum dibawa ke mobil polisi/Foto: Kompas

Presisi

Kenapa Polisi Tak Bawa Borgol Dan Berakhir Tembak Empat Laskar FPI, Ini Penjelasanya

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 14:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menjelaskan alasan dibalik tidak diborgolnya empat orang pengawal khusus Habib Rizieq Shihab usai diamankan di Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada saat kejadian berdarah pada Senin (7/12) dini hari yang lalu.

Dalam rekontsruksi yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri pada Senin dini hari (14/12) terungkap, di TKP ketiga yakni Rest Area KM 50 usai terjadi kontak tembak antara FPI dan polisi di Jembatan Badami yang menjadi TKP kedua.

Anggota polisi berhasil memepet kendaraan Chevrolet Spin yang ditumpangi enam anggota FPI, dua diketahui sudah tak bernyawa akibat kontak tembak di Jembatan Badami sementara 4 orang lainya masih hidup dan digiring ke dalam mobil petugas namun tanpa tangan diborgol.


"Kenapa itu terjadi. Yang pertama itu memang dia (empat Laskar FPI) tidak diborgol karena memang tim yang mengikuti ini bukan tim untuk menangkap, tim surveillance (pengawasan) untuk mengamati," kata Brigjen Andi saat dihubungi wartawan, Senin (14/12).

Tim surveillance dari Polda Metro Jaya itu, sambung Andi, memang ditugaskan hanya untuk melakukan pengawasan bukan dipersiapkan untuk melakukan penangkapan.

"Mereka tidak dipersiapakan untuk menangkap. Tetapi apabila menerima serangan mereka siap," ujar Andi.

Pada saat digelandang masuk ke mobil petugas, empat laskar FPI yang masih hidup itu diletakan dengan posisi tiga orang duduk di bangku belakang dan satu orang di bangku tengah.

"Nah di TKP 4 (KM 51+200) dua tersangka dua pelaku itu yang satu mencoba mencekik anggota dari belakang, yang disamping mencoba merebut (senjata), terus dalam kondisi begitu kan ga mungkin lagi kan pakai omongan-omongan kan," terang Andi.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya