Berita

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menunjukan senjata api dan senjata tajam yang diduga milik laskar FPI/Is

Hukum

PBHI Jakarta Desak Polri Segera Ringkus Dalang Pembuat Kisruh Bangsa

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 22:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kematian enam pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek tidak bisa dilihat sesederhana operasi penangkapan bandar narkoba.

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI Jakarta), Sabar Daniel Hutahaean dalam merespons insiden penembakan yang melibatkan aparat kepolisian dan Front Pembela Islam (FPI).

"Kalau Indonesia adalah benar negara hukum dan ingin menegakkan supremasi hukum, upaya penegakan hukumnya juga harus diikuti kepastian hukum yang konkret dan konsisten," kata Sabar Daniel Hutahaean dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/12).


PBHI Jakarta berpandangan, kejadian penembakan di Tol Jakarta-Cikampek tak bisa dilepaskan dengan beberapa peristiwa sebelumnya, seperti euforia masyarakat terhadap kepulangan Habib Rizieq Shihab yang membuat Bandara Soekarno-Hatta sempat lumpuh.

Yang masih diingat publik juga pemberhentian beberapa perwira tinggi dan menengah Polri pasca penumpukan massa di Petamburan, Jakarta dan Bogor, Jawa Barat. Hingga yang terbaru adalah antusiasme masyarakat yang akan mengawal pemanggilan Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.

"FPI itu seperti ormas lainnya, di mana coba bedanya. Sementara Polri adalah alat negara, logikanya seharusnya tidak sesulit itu untuk menertibkannya. Itu menguatkan dugaan adanya kekuatan besar di balik semua ini," sambungnya.

Aparat hukum, kata dia, harus berani terbuka serta profesional dalam menyikapi pengungkapan fakta atas kejadian-kejadian yang membuat heboh bangsa akhir-akhir ini.

"Sebagai salah satu eksekutor dalam fungsi penegakan hukum, Polri harus ungkap dan tindak tegas siapa saja yang ingin membuat kisruh negeri ini, termasuk orang besar di balik rangkaian peristiwa ini," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya