Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Amerika Siapkan Sanksi Terhadap Sejumlah Pejabat Beijing Terkait Pemecatan Legislator Oposisi Hong Kong

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 16:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga sumber anonim di jajaran pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington bersiap menjatuhkan sanksi kepada setidaknya selusin pejabat Beijing atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi Beijing terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong.

Langkah tersebut kemungkinan akan dilakukan paling cepat pada Senin (7/12) waktu setempat, dan akan menargetkan pejabat dari Partai Komunis China (PKC). Ini sejalan dengan praktik yang dilakukan pemerintahan Presiden Donald Trump yang terus menekan Beijing di minggu-minggu terakhir masa jabatannya.

Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.


Pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama itu, mengatakan banyak orang akan diberi sanksi. Seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kelompok itu kemungkinan akan mencakup pejabat dari Hong Kong serta daratan.

Sumber tidak menyebutkan nama atau posisi mereka yang menjadi sasaran sanksi. Dua sumber memperingatkan pengumuman masih bisa ditunda hingga akhir pekan ini.

“Hingga 14 orang, termasuk pejabat parlemen China, atau Kongres Rakyat Nasional, dan anggota PKC, kemungkinan akan menjadi sasaran tindakan seperti pembekuan aset dan sanksi keuangan,” kata dua sumber, seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/12).

Rencana tersebut telah sampai di telinga juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying. Ia mengatakan mengecam langkah baru tersebut dan menyebutnya sebagai upaya campur tangan AS dalam urusan dalam negeri China.

“China selalu dengan tegas menentang dan mengutuk keras campur tangan AS dalam urusan dalam negeri China melalui masalah Hong Kong,” ujarnya.

“China akan mengambil tindakan yang diperlukan dan sah untuk menjaga kedaulatannya,” tegas Hua.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya