Berita

Penampkan Kota Lachin/Net

Dunia

Penampakan Kota Lachin Dipamerkan Dalam Rilis Video Kemenhan Azerbaijan

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 16:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pertahanan Azerbaijan membagikan video Kota Lachin pada Kamis (3/12) pada laman resminya. Kota Lachin berhasil direbut Azerbaijan dan resmi berada dalam pangkuan negara itu pada pada 1 Desember, setelah 28 tahun pendudukan Armenia.
 
Lachin adalah wilayah Azerbaijan terakhir yang dibebaskan berdasarkan perjanjian trilateral yang ditandatangani antara Baku, Moskow, dan Yerevan pada 10 November lalu. Semasa pendudukan Armenia, kota itu bernama Berdzor.   

Dalam video yang dibagikan terlihat penampakan Kota Lachin yang sunyi, rusak, dan menyedihkan. Jalanan tanah kering yang jika hujan turun bisa diperkirakan menjadi kubangan lumpur. Bebatuan di sisi kiri kanannya menunjukkan betapa kota itu kering kerontang dan jauh dari kehidupan.


Bangunan yang nampak di sisi jalan adalah rumah-rumah tua yang kondisinya menyedihkan.

Menilik sejarahnya, Kota ini dikenal sebagai Abdalyar atau Abdallyar (setelah suku Turki Abdal). Wilayah ini resmi menjadi sebuah kota pada 1923. Kemudian pada 1926, kota ini berganti nama menjadi Lachin yang dalam bahasa Turki berarti elang.

Lac‌hin terletak di barat daya Azerbaijan dan sebagian besar bergunung-gunung. Kabupaten ini berbatasan dengan distrik Kalbajar di bagian utara, distrik Khojali, Shusha, dan Khojavand di bagian timur, distrik Gubadli di selatan, dan Armenia di barat.

Lachin adalah wilayah bergunung-gunung yang kering dengan masyarakatnya di jaman dulu hidup dari beternak.

Saat pengambilalihan kota ini kembali ke tangan Azerbaijan pada Selasa (1/12), tentara Azeri  mengibarkan bendera Azerbaijan. Bendera tersebut dipasang di gedung administrasi di Kota Lachin pada Selasa (1/12) dini hari.

Selain Lachin, dua kota lainnya telah lebih dulu direbut Azerbaijan. Kedua kota yang kini berada di bawah kendali Azerbaijan adalah Kalbajar dan Agdam sejalan dengan kesepakatan damai.

Azerbaijan juga membebaskan Fuzuli, Jabrayil, Zangilan, Gubadli, Shusha sebelum penandatanganan kesepakatan damai selama operasi militer yang dimulai pada 27 September.
 
Perjanjian perdamaian trilateral yang ditandatangani oleh Armenia, Azerbaijan dan Rusia pada 10 November mengakhiri konflik selama 30 tahun antara Baku dan Yerevandi Nagorno-Karabakh.

Selama kurang lebih tiga dekade, Armenia gagal melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB dan resolusi organisasi internasional lainnya yang menuntut penarikan pasukan Armenia, yang menjadi kendala utama penyelesaian konflik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya