Berita

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab/Net

Politik

Habib Rizieq: Revolusi Akhlak Bukan Revolusi Berdarah, Makar, Atau Pemberontakan

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 14:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Revolusi akhlak bukanlah revolusi pertumpahan darah, melainkan ditempuh dengan cara-cara yang berakhlak, sebagaimana prinsip-prinsip ahlussunnah wal jamaah yang membuka ruang dialog dengan semua komponen bangsa.

Demikian disampaikan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat memberikan sambutan dalam acara bertajuk "Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh" pada Rabu (2/12).

"Jadi revolusi akhlak jangan digambarkan sebagai revolusi yang berdarah-darah, revolusi makar, revolusi pemberontakan, revolusi menjatuhkan pemerintahan yang sah, tidak begitu. Atau disebut khawarij, enggak begitu," kata Habib Rizieq.


"Kita ahlussunnah wal jamaah, kita selalu membuka diri, kita saling dialog, rekonsiliasi, ayo kita sama-sama, kita saling kritik, kita saling memperbaiki, inilah dakwah, hisbah inda ahlissunati wal jamaah," imbuhnya.

Menyoal revolusi, kata Habib Rizieq, selalu berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara cepat dan menyeluruh dalam rangka perubahan kearah yang lebih baik.

"Loh kenapa harus cepat? Karena kalau ditunda-tunda ini membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI. Yang harus diperbaiki, segera perbaiki. Itu namanya revolusi. Apalagi ada tambahan kata akhlak, revolusi akhlak. Nah berarti revolusinya itu harus berakhlak," demikian Habib Rizieq.

Dalam acara yang disiarkan Front TV, turut hadir beberapa tokoh, di antaranya pengamat politik Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Refly Harun, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif, hingga Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Selain dihadiri secara fisik, acara tersebut juga diikuti para tokoh dan ulama secara virtual melalui aplikasi zoom.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya