Berita

Jokowi bersama Prabowo Subianto/Net

Politik

Di Mata Jokowi, Prabowo Sudah Kehilangan Daya Tawar Politik

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 09:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Imbas tertangkapnya Edhy Prabowo karena diduga menerima suap ekspor bibit lobster akan akan membuat Prabowo kehilangan daya tawar di kabinet Joko Widodo.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/12).

Dedi mengatakan Prabowo akan terpaksa menerima seluruh keputusan politik Presiden Joko Widodo, termasuk kehilangan kursi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju.


"Pilihan rotasi adalah yang paling tepat, dan Prabowo jelas kehilangan daya tawar, ia akan dikondisikan untuk menerima apapun keputusan Presiden," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/12).

Dalam pengamatan Dedi, Jokowi pasti akan mencari orang profesional untuk mengisi kursi KKP usai kader partai dicokok KPK.

Terkait apakah jatah kursi Gerindra di Kabinet berkurang, Dedi menilai Jokowi akan tetap memberi jatah 2 kursi menteri di Kabinet.

Meski demikian, Dedi memprediksi Gerindra tidak akan mendapatkan jatah kursi Menteri KKP.

"Kondisi ini pasti sulit bagi Presiden, ia berpotensi tidak menempatkan kembali kader Gerindra di kementerian yang sama, karena akan memicu potensi abuse of power," demikian kata Dedi.

Edhy Prabowo terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno-Hatta bersama 16 orang lain yang diamankan dari beberapa tempat.

Usia menjalani pemeriksaan selama hampir 24 jam, KPK kemudian menetapkan 7 tersangka. Salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menteri KKP Edhy Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya