Berita

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara PT Wijaya Karya (Wika) bersama PT Ceria Metalindo Indotama untuk meningkatkan produksi feronikel di Kolaka, Sulawesi Tenggara/Ist

Bisnis

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS

MINGGU, 29 NOVEMBER 2020 | 00:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Proyek strategi hilirisasi nikel terus dilakukan pemerintah melalui percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) smelter feronikel, sebagaimana dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Kali ini, kerja sama dilakukan antara PT Wijaya Karya (Wika) bersama PT Ceria Metalindo Indotama (CMI) sebagai anak perusahaan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) melalui penandatanganan proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) jalur produksi 3 & 4 (2 x72 MVA) dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,8 triliun dan 180 juta dolar AS.

Pembangunan ini nantinya akan dilakukan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai kelanjutan dari fase pembangunan yang sudah dikerjakan sebelumnya.


Nantinya, pabrik feronikel tersebut akan terdiri dari dua lajur produksi yang akan ditunjang fasilitas Rotary Dryer berkapasitas 196 ton/jam (wet base), Rotary Kiln berkapasitas 178 ton/jam (wet base), Electric Furnace berkapasitas 72 MVA, serta peralatan penunjang lainnya dengan target penyelesaian hingga 2023 dan mampu mencapai kapasitas produksi sebesar 27.800 ton Ni/year.

“Semoga penandatanganan ini, PT CNI bisa mengoptimalkan besarnya potensi nikel di dalam negeri dan menjadikan industri hulu dan hilir nikel prospektif dalam beberapa tahun ke depan," kata Direktur Utama PT CNI, Derian Sakmiwata, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11).

Rencananya, proyek ini akan berlangsung selama 36 bulan kalender kerja. Lingkup pekerjaan Wika meliputi engineering, procurement, construction, commisioning, dan financing.

"Wika menyambut positif kepercayaan besar yang diberikan PT CNI. InsyaAllah, proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang memuaskan dan bisa menjadi titik ungkit kebangkitan industri berbasis mineral di tanah air dan dunia,” ujar Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito.

Berbeda dengan pabrik nikel di Indonesia pada umumnya yang menggunakan electric furnace tipe circular, pabrik ini menggunakan electric furnace tipe rectangular yang memiliki keunggulan efisiensi konsumsi energi/ton atau kWh/ton karena menggunakan desain electrode yang tercelup slag (submerged).

Kedua, memiliki service life yang lebih lama karena fleksibilitas struktur rectangular yang sangat baik mengatasi masalah ekspansi furnace. Ketiga, memiliki tingkat recovery Ni yang lebih baik, melalui bagian slag settling yang diperpanjang oleh dimensi rectangular.

Proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian Kobalt ini akan menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang diklaim terbukti mengolah bijih nikel limonit kadar 1,25% Co and 0,13% Ni menjadi Mixed Hydroxide Precipitate dengan kandungan 40 ribu ton Nikel/tahun dan 4 ribu ton Kobalt/tahun sebagai bahan baku komponen baterai kendaraan listrik.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya