Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima audiensi DPN Gerakan Cinta Indonesia (Gercin), Sabtu (28/11)/Net

Politik

Menyangkut Papua, Ketua DPD RI Tekankan Sektor Kesra Bukan Polhukam

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 15:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ingin fokus membahas isu kesejahteraan di Papua. Bukan isu keamanan dan ketertiban. Demikian disampaikan LaNyalla saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Cinta Indonesia (Gercin), Sabtu (28/11).

Pengurus Gercin yang hadir juga mengajak sejumlah tokoh adat dan pengurus daerah Gercin Papua. Sejumlah aspirasi terkait Papua juga disampaikan kepada orang nomor satu di DPD RI itu.

"Menyangkut Papua, saya pribadi ingin fokus bicara kesejahteraan dan hambatan pembangunan di sana. Saya tidak ingin bicara soal keamanan dan ketertiban. Karena itu, saya akan ke sana dengan mengajak unsur kementerian di sektor kesra (kesejahteraan rakyat), bukan di sektor polhukam (politik, hukum dan keamanan)," sebut LaNyalla, di rumah dinas Ketua DPD RI, Jakarta, Sabtu siang.


Sejumlah isu mengemuka dalam audiensi dan diskusi tersebut. Salah satunya tentang kebutuhan rumah sakit skala internasional yang menjadi Papua Health Center. Seperti disampaikan dr. Jhon Manangsang Wally, yang telah 30 tahun mengabdi sebagai dokter di Papua.

"RS tersebut bisa dilengkapi dengan sport science center, untuk mendukung dunia olahraga di Papua, terutama untuk peningkatan kualitas atlit-atlit asal Papua yang selama ini telah banyak menyumbangkan medali di event-event dunia," tambah Daniel Womsiwor, akademisi Uncen yang juga mantan official Persipura dan pelatih fisik Timnas Sepakbola Indonesia.

Daniel juga menegaskan, potensi mahasiswa baru yang ingin memasuki perguruan tinggi negeri mencapai 14 ribu calon mahasiswa. Sementara Universitas Negeri Cendrawasi hanya punya daya tampung 4 ribu mahasiswa setiap tahun ajaran. "Sehingga sudah saatnya ada satu lagi perguruan tinggi negeri di Papua," tukasnya.

Di tempat yang sama, tokoh adat Pieter Dantru mengadukan program lumbung pangan nasional di Papua, yang justru beras hasil panen tidak terserap. "Sampai hari ini beras hasil panen masih berada di petani," adunya.  

Sementara tokoh pemuda Papua, Simon Petrus Balagaize mengungkap ada banyak praktik kinerja pemerintahan daerah yang tidak sejalan atau tidak menjalankan apa yang sudah diputuskan bersama oleh pemerintah pusat.

"Ada banyak contoh, apa yang Presiden sudah sampaikan untuk dilaksanakan, tapi di daerah juga tidak terlaksana. Ini membuat kami prihatin," ungkap Simon, yang juga aktif di KNPI.

Menanggapi hal itu, LaNyalla berjanji akan menyampaikan hal-hal yang didapat dari audiensi ini kepada Presiden Joko Widodo dalam kesempatan forum konsultasi antara Pimpinan DPD dengan Presiden yang dilakukan secara periodik.

"Nanti kalau saya ke Papua, saya akan ajak unsur kementerian terkait dengan kesra, bukan dari unsur polhukam. Karena yang dibutuhkan Papua sebenarnya adalah kesejahteraan yang konkret dan pembangunan yang tepat sasaran," cetusnya.

Menanggapi adanya aduan perintah Presiden yang tidak jalan di daerah, LaNyalla mengaku akan mengajak juga unsur dari Kantor Staf Presiden untuk melihat dan mendengar secara langsung apa yang macet di lapangan.

Delegasi Gercin hadir dipimpin Ketua DPN Hendrik Yance Udam, dan sejumlah pengurus lainnya, seperti Yan Piet Sada, Setiyono, Titi dan Evi Liana Tobing.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya