Berita

Pendukung paslon nomor urut 2 di Pilkada Surabaya menyanyikan 'Hancurkan Risma'/Repro

Politik

Pilkada Surabaya 2020

Viral! Pendukung Machfud Arifin Nyanyikan 'Hancurkan Risma'

KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 12:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Situasi menjelang hari H Pemilihan Walikota di Surabaya pada 9 Desember mendatang terasa kian panas.

Hal ini dipicu dengan beredarnya video pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota (Cawali) Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman, yang menyanyikan lagu bernada hujatan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dalam video berdurasi 19 detik tersebut, para pendukung Machfud Arifin-Mujiaman menyanyikan plesetan reff lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah dengan nada menghujat Walikota Risma.


“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Dalam video tersebut, juga terlihat Mat Mochtar, kader senior PDI Perjuangan yang telah dipecat karena tidak patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dan lebih memilih mendukung Machfud Arifin-Mujiaman.

Mengenakan baju batik warna cokelat dan peci hitam, Mat Mochtar yang pernah menyebut penutupan lokalisasi Dolly adalah pencitraan juga terlihat ikut menyanyikan lagu “Hancurkan Risma Sekarang Juga” sembari mengacungkan dua jarinya.

Sebagian pendukung paslon nomor urut 2 tersebut terlihat ada yang memakai kaos bergambar Machfud Arifin-Mujiaman dengan corak warna warninya. Sedangkan sebagian lain mengenakan kaos warna hitam dengan gambar kepala banteng warna merah.

Belum diketahui secara pasti, lokasi acara tersebut. Namun diduga acara tersebut adalah salah satu kampanye paslon 2, terlihat dari background spanduk yang tertuliskan “Silaturrahmi Pendukung ” dengan gambar Machfud Arifin-Mujiaman di sampingnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya