Berita

Komisioner Ombudsman RI, Alamsyah Saragih/Net

Hukum

Ombudsman RI: Kasus Gagal Bayar Industri Keuangan Pangkal Masalahnya Di Pengawasan

SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus gagal bayar di sejumlah industri keuangan terjadi karena lemahnya pengawasan instansi terkait.

Demikian disampaikan Komisioner Ombudsman RI, Alamsyah Saragih dalam menyoroti maraknya kasus gagal bayar di industri keuangan, seperti di sektor koperasi, investasi dan pengelolaan aset, serta sektor asuransi.

"Kami melihat ini pangkal persoalannya kelemahan pengawasan dan mitigasi. Nah itu yang kemudian harus diperbaiki," jelas Alamsyah kepada wartawan, Selasa (24/11).


Ombudsman RI sejatinya berencana mereview sistem pengawasan industri keuangan di Indonesia jauh sebelum pandemi Covid-19. Bahkan pihaknya sudah pernah melakukan kajian sebelum mencuat kasus gagal bayar beberapa industri keuangan.

"Situasi sekarang sudah terjadi dan sudah bisa kita tebak. Dulu saya pernah bilang ada lima lagi (industri keuangan) yang akan mengalami persoalan, dan saya lihat sekarang makin banyak, belum lagi koperasi-koperasi," bebernya.

Di sisi lain, ia berpandangan perlu keterlibatan lembaga lain dalam melakukan pembenahan industri keuangan, tidak hanya sebatas tanggung jawab Kejaksaan Agung. Misalnya dalam mengusut aspek kerugian, termasuk kerugian negara bila perusahaan tersebut masuk kategori BUMN, bisa melibatkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang telah memiliki kompetensi.

Kemudian dalam aspek pidana, aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, KPK, Kepolisian bisa bersinergi menelusuri motif dan aktor yang terlibat. Namun menurut Alamsyah, permasalahan gagal bayar di industri keuangan tidak begitu saja selesai lewat ranah hukum, melainkan perlu langkah mitigasi.

"Maka ada aspek tentang bagaimana memitigasi dampak dan memperbaiki tata kelola," pungkasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya