Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/RMOL

Politik

Iwan Sumule: APBN Defisit Karena UU Corona Jadi Benteng Pengutil Brankas Negara

SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 04:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp 764,9 triliun hingga Oktober 2020 semata-mata terjadi karena peraturan yang ditelurkan atas usul pemerintah.

Menurut Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, pada dasarnya postur APBN ditentukan dan ditetapkan oleh pemerintah. Batas maksimal defisit keuangan negara yang disyaratkan UU 17/2003 tentang keuangan negara pun dinilainya sudah tidak berlaku.

"Oleh karenanya, defisit APBN semua diakibatkan karena telah terbitnya Perppu 1/2020 atau UU 2/2020 Corona," kata Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/11).


Hal itu sekaligus menampik pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut defisit APBN terjadi karena pandemi Covid-19. Menurut Iwan Sumule, beberapa fungsi lembaga yang seharusnya bisa mengawasi aliran keuangan negara diredam oleh UU tersebut.

Fungsi KPK, BPK, dan lembaga negara lainnya dikebiri karena UU 2/2020 Corona memberi imunitas kepada pemerintah. Bila terjadi kerugian keuangan negara di masa tanggap darurat corona, lanjutnya, maka tidak bisa dikatakan sebagai kerugian negara, melainkan sebagai pembiayaan.

"Dan bila kebijakan yang salah pun tak bisa digugat di PTUN. Lagi-lagi semua akibat UU 2/2020 Corona. UU Corona akan dijadikan benteng oleh UU 11/2020 Ciptaker, dan benteng para pengutil brankas negara," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya