Berita

Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi (tengah)/RMOL

Politik

PKS: Protokol Covid-19 Di Rumah Habib Rizieq Diterapkan Ketat

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terpapar virus corona baru (Covid-19) diyakini tidaklah benar.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi kepada wartawan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (23/11).

Pengamatan Aboe Bakar saat berkunjung ke kediamana Habib Rizieq, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.


Kata Aboe bakar, kediaman orang nomor satu di FPI itu memiliki penjagaan yang sangat ketat.

"Enggak ada. Enggak ada. Beliau penjagaan Covid-19 ketat sekali di rumahnya. Rapi," kata Habib Aboe

Aboe Bakar menyatakan, saat ini Habib Rizieq dalam kondisi sehat walafiat.

Habib Rizieq tengah disibukkan dengan aktivitas internal keluarganya sejak tiba di Indonesia pada Selasa (10/11) lalu.

"Malah sibuk sekarang dengan anak dan cucunya," tukasnya.

Sebanyak 80 orang pada kerumunan yang terjadi di wilayah Petamburan dan Tebet Jakarta terkait acara yang dihadiri oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Budi Hidayat menyebutkan hasil pemeriksaan melalui tes PCR yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan terdapat 50 kasus positif Covid-19 di Tebet dan 30 kasus di Petamburan dalam kerumunan tersebut.

Kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar membantah kabar yang menyebut Habib Rizieq Shihab positif Covid-19 tidaklah benar. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar itu merupakan berita bohong alias hoaks.

"Hoaks itu (kabar Habib Rizieq positif Covid-19)," kata Aziz, Jumat (20/11) lalu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya