Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Suluh

Andai Jokowi Berhasil Puaskan Rakyat, TNI Tidak Perlu Sibuk Copot Baliho

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 15:06 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemandangan politik tidak biasa terjadi di ibukota pada sepekan terakhir. Prajurit TNI yang seharusnya menjadi garda depan pertahanan negara, mempunyai tugas baru. Mereka turun hingga ke gang sempit untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Pandam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberi perintah langsung kepada anak buahnya. Olehnya, pemasangan baliho disebut mengusik keamanan wilayah Jakarta lantaran si pemasang terus “membandel” saat diperingatkan untuk menurunkan baliho tak berizin.

Menariknya, Mayjen Dudung menyatakan keinginan agar FPI dibubarkan jika berani coba-coba dengan TNI. Di mana belakangan keinginan itu tidak lagi relevan disampaikan mengingat FPI belum terdaftar di Kemendagri.


Kondisi ini cukup memprihatinkan. Sebab, negara seolah menjadikan FPI sebagai ancaman luar biasa layaknya organisasi separatis, sehingga harus menurunkan tentara untuk meredam.

Padahal untuk urusan penurunan baliho, sebagaimana dalam aturan yang berlaku, adalah bagian dari tugas Satpol PP dan Polri.

Politik tanah air memang menjadi hangat sejak Habib Rizieq kembali pulang pada 10 November lalu. Habib Rizieq diagungkan layaknya pembawa angin perubahan bagi sejumlah kelompok di tanah air.

Terbukti Habib Rizieq mendapat sambutan hangat saat penjemputan. Terminal 3 Bandara Soetta yang jadi tempatnya mendarat dijejali ribuan penjemput. Kepadatan menjalar hingga jalan tol menuju bandara. Dampak wabah corona seolah dipinggirkan oleh para simpatisan karena saking tingginya harapan mereka pada Habib Rizieq.

Euforia pulangnya Habib Rizieq kembali terasa saat dia mengisi acara Maulid Nabi Muhammad yang dirangkai dengan pernikahan anaknya. Ribuan orang kembali berjejal di Petamburan, Jakarta Pusat. Lagi-lagi protokol kesehatan diabaikan hingga berbuntut pada pencopotan Kapolda Metro Jaya dan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengamini anggapan yang menyebut Habib Rizieq sebagai harapan baru. Katanya, ada kekosongan kepemimpinan di era Jokowi yang memicu hal tersebut. Di mana aspirasi masyarakat luas gagal diserap atau disalurkan secara politik.

Sehingga, masih kata JK, saat ada pemimpin yang karismatik dan berani menawarkan alternatif, maka banyak orang yang akan memberi dukungan.

Secara tidak langsung JK ingin mengatakan bahwa Jokowi yang didukung mayoritas partai di parlemen gagal dalam memuaskan rakyat. Sehingga rakyat yang tidak puas mencari alternatif dan hal tesebut jatuh pada Habib Rizieq.

Artinya lagi, andai Jokowi bisa menyerap dengan baik aspirasi rakyat, sebagaimana dulu dia dikenal dengan gaya blusukannya, gelombang euforia pada Habib Rizieq tidak akan terjadi.

Rakyat yang terpuaskan tentu juga tidak akan meluangkan waktu tidurnya di malam hari hanyak untuk pergi ke bandara menjemput sang habib.

Sementara TNI juga tidak perlu sibuk untuk menurunkan baliho-baliho yang dengan sendirinya baliho tersebut akan diabaikan rakyat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya