Berita

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)/RMOL

Hukum

Kumpulkan Informasi, KPK Siap Selidiki Dugaan Kasus Di Sektor Industri Keuangan

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 13:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penyelidikan kasus dugaan gagal bayar di industri keuangan siap dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akan tetapi, lembaga antirasuah akan terlebih dahulu mendalami setiap informasi yang berkembang terkait dugaan kasus tersebut.

Demikian disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri untuk menyikapi permintaan Komisi III DPR agar lembaganya turun tangan dalam kasus gagal bayar yang kerap dialami lembaga keuangan.

"KPK terima kasih dan mengapresiasi atas semua informasi yang disampaikan masyarakat. Tentu kami akan dalami setiap informasi," ujar Firli Bahuri kepada wartawan, Kamis (19/11).


Permintaan tersebut sebelumnya disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan. Selain menyelidiki kasus gagal bayar industri keuangan, KPK juga diminta menelusuri dugaan konspirasi antara lembaga pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada para tersangka korupsi di sektor tersebut.

"KPK sebagai ssupervisi sudah harus melakukan hal itu dan itu harusnya sudah otomatis," jelasnya, Selasa lalu (17/11).

Saat ini, tercatat ada beberapa perusahaan yang gagal bayar di sektor keuangan. Seperti halnya di sektor koperasi seperti Koperasi Indo Surya, Koperasi Hanson, LiMa Garuda, Koperasi Pracico, dan Koperasi Sejahtera Bersama. Kemudian sektor investasi dan pengelolaan aset seperti Minna Padi Asset Management, Victoria Manajemen Investasi dan beberapa lainnya.

Yang tak kalah penting adalah kasus dugaan gagal bayar di sektor asuransi seperti PT Asuransi Bumiputera (AJB), PT Asuransi Jiwasraya, Wanaartha Life, dan Kresna Life.

Berkenaan dengan itu, politisi PDIP ini mendorong KPK menelusuri lemahnya pengawasan OJK sehingga terjadi maraknya gagal bayar di sektor ini.

"Saat ini yang kena dari OJK baru satu. Menurut kami yang kena harusnya lebih banyak karena keliatannya patut diduga ada konspirasi OJK dengan para tersangka sehingga mereka lama baru mengetahui," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya