Berita

Anggota Baleg DPR Fraksi Golkar, John Kenedy Azis/Net

Politik

Politisi Golkar Dapat Bocoran, Pemerintah Belum Sepakat Dengan RUU Larangan Minol

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 21:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan legislasi DPR RI masih mendiskusikan RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol) untuk selanjutnya dibahas di dalam program legislasi nasional (prolegnas) DPR RI.

Anggota Baleg DPR Fraksi Golkar, John Kenedy Azis bahkan mengaku telah mendapatkan informasi bahwa RUU tersebut belum disepakati pemerintah.

“Saya mendapat informasi, pemerintah belum bersepakat terhadap RUU ini. Mungkin supaya kita, maaf, tidak capek-capek (membahas), takutnya nanti kita sudah rapat sana rapat sini, sudah berdebat sana berdebat sini. Ketika diajukan ternyata pemerintah tidak ada tanggapan (tidak menyetujui)," ucap John Kenedy dalam rapat Baleg DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11).


Bila hal tersebut yang terjadi, maka menurutnya pembahasan RUU tersebut tidak tepat dilakukan saat ini.

“Oleh karena itu, saran saya pertama, mungkin ada baiknya dibicarakan dulu dengan pemerintah, apakah RUU ini akan ditindaklanjuti atau tidak,” bebernya.

Selain itu, sektor pariwisata juga perlu diperhatikan dalam pembahasan RUU Larangan Minol. Sebab beberapa destinasi wisata berskala internasional juga kerap menyediakan minuman beralkohol untuk turis yang datang. Seperti halnya di kawasan Bali.

“Saya yakin dan kita percaya bahwa alkohol ini kalau salah penggunaannya berbahaya untuk kesehatan kita. Oleh karena itu, menurut hemat saya RUU ini tidak sejalan dengan apa yang dilakukan pemerintah untuk menggalakkan sektor pariwisata,” katanya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan UU Cipta Kerja yang belum lama ini disahkan DPR dan pemerintah. Dalam UU tersebut, kata dia, terdapat poin-poin yang bertujuan untuk menggairahkan UMKM.

“Ternyata memang industri minuman ini banyak dikuasai oleh industri dari UMKM. Oleh karena itu, RUU ini tidak sejalan dengan UU Cipta Kerja, dengan UU yang baru saja ditandatangani presiden,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya