Berita

Suasana penjemputan Habib Rizieq di Terminal Bandara Soetta 10 November lalu/RMOL

Suluh

Petamburan Dan Bogor Sudah, Kalau Kerumunan Massa Di Bandara Soetta Tanggung Jawab Siapa?

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 15:51 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq memang tengah fenomenal di tanah air. Sejak kepulangannya di Hari Pahlawan, 10 November lalu, Habib Rizieq selalu menyita perhatian.

Teranyar, dua kapolda dicopot karena dianggap abai mengawal acara yang dihadiri sang habib. Keduanya adalah Irjen Nana Sudjana dicopot sebagai Kapolda Metro Jaya dan Irjen Rudi Sufahriadi dicopot sebagai Kapolda Jawa Barat.

Pencopotan Nana Sudjana merupakan buntut dari pembiaran acara Maulid Nabi Muhammad yang digelar FPI pada Sabtu (14/11). Acara yang dirangkai dengan pernikahan putri Habib Rizieq itu memang mengundang kerumunan massa.


Bahkan saking khawatirnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengirim 20 ribu masker dan hand sanitizer ke lokasi acara tersebut. Pengiriman itu bukan dalam rangka mendukung acara, melainkan upaya terakhir lantaran kegiatan di Petamburan, Jakarta Pusat tersebut tidak dapat dicegah.

Sementara pencopotan Rudi Sufahriadi dicopot karena dinilai gagal mencegah kerumunan dalam acara yang diselenggarakan Habib Rizieq di Bogor.

Pada Senin siang (16/11), Menko Polhukam Mahfud MD menggelar jumpa pers yang isinya luapan penyesalan pemerintah kepada kedua kapolda itu lantaran membiarkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Secara tegas, Mahfud mengatakan bahwa pemerintah akan memberi sanksi tegas kepada aparat keamanan yang tidak menindak tegas orang-orang yang tidak patuh protokol Covid-19.

Benar saja. Tak lama setelah Mahfud bertitah, Polri langsung menggelar jumpa pers untuk mengumumkan pemecatan Nana dan Rudi.

Namun demikian, yang menarik dicermati adalah fenomena Habib Rizieq ini dimulai dari euforia penjemputan. Di mana euforia terjadi setelah para simpatisan mendapat izin menjemput Habib Rizieq dari Menko Polhukam Mahfud MD.

Saat ribuan simpatisan sedang gamang ingin menjemput sang habib ke Bandara Soetta, Mahfud lantas menggelar jumpa pers di H-1 kepulangan Habib Rizieq. Dia mempersilakan kepada para simpatisan untuk datang ke bandara. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut hanya memberi catatan kepada simpatisan untuk bisa tertib.

Dia juga meminta aparat keamanan untuk tidak berlebihan dalam menjaga simpatisan Habib Rizieq.

Namun yang terjadi jauh dari apa yang diharapkan Mahfud MD. Simpatisan Habib Rizieq berbondong-bondong ke bandara sejak dinihari. Jumlahnya mencapai ribuan orang dan membuat kepadatan atau kerumunan massa di area Terminal 3 Bandara.

Kepadatan juga terjadi di sepanjang jalan tol menuju bandara. Di mana para simpatisan memarkir kendaraan mereka dan berjalan kaki demi menyambut sang habib.

Semua kerumunan itu menjadi tanda bahwa kata “tertib” yang jadi prasyarat penjemputan dari Mahfud MD terabaikan. Bahkan juga diduga menjadi awal mula terjadinya kerumunan di Bogor dan Petamburan, di mana para simpatisan bisa saja menganggap pemerintah tidak mempermasalahkan ada kumpul-kumpul karena sudah diperbolehkan saat penjemputan.

Tentu sebagaimana yang terjadi di Petamburan dan Bogor, kepadatan di Bandara Soetta juga harus ada yang bertanggung jawab. Pihak yang lalai dalam kasus ini juga harus mendapat perlakuan yang sama seperti Irjen Nana dan Irjen Rudi. Yakni dicopot dari jabatannya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya