Berita

Ketua GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas/Net

Politik

Gus Yaqut: Ngaku Dzurriyah Nabi Tapi Nyebut Lont* Itu Sangat Tidak Mendidik

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 10:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat acara Maulid Nabi Muhammad pada Sabtu (14/11) terus menuai kontroversi di publik.

Pasalnya dalam acara yang dirangkai dengan pernikahan anaknya itu, Habib Rizieq berulangkali menyebut kata “lont*”. Banyak kalangang menilai ucapan itu tidak sopan diucapkan oleh seorang penceramah.

Ketua GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pada dasarnya sebutan apapun bebas diucapkan. Namun dia mengingatkan bahwa tempat di mana kata kotor itu diucapkan akan membawa nilai tersendiri bagi para pendengar.


Atas alasan itu juga, Gus Yaqut menilai aksi Habib Rizieq melontarkan kata “lont*” di hadapan ribuan jemaah FPI saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sangat tidak pantas.

“Di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang seharusnya di mana kita diajarkan untuk mengingat kebaikan dan ajaran-ajarqn nabi yang mulia, bahkan dipercaya disaat maulid itu nabi hadir. Pengucapan kata “lont*” itu sungguh sangat tidak sopan,” ucap Yaqut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/11).

Menurutnya, Habib Rizieq telah merendahkan harkat dan martabat perempuan dengan menyebut “lont*” apalagi di dalam perayaan suci maulid Nabi Muhamad SAW.

“Merendahkan perempuan, yang justru nabi sangat menghormati dan memuliakannya. Apalagi yang mengatakan ini mengaku dzurriyah Nabi. Menyedihkan dan sangat tidak mendidik umat,” bebernya.

Gus Yaqut lantas mempertanyakan akhlak dari Habib Rizieq Shihab yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad, namun tidak mencerminkan suri tauladan nabi.

“Akhlak siapa yang dia tiru dengan kata-kata seperti itu? Bukannya Nabi lemah lembut dalam tutur kata?” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya