Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Publik Nilai Kelayakan Anies Jadi Capres Karena Dimunculkan Lebih Awal

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 01:21 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dimunculkannya nama Anies Baswedan menjadi calon presiden dalam pemilu 2024 lebih dini akan menguntungkan secara politik.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/11).

Menurut Andi, dengan kemunculan Anies di berbagai baliho saat agenda ulang tahun Partai Nasdem akan menarik perhatian publik.


Kata Andi, publik akan menilai sejauh mana sosok mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu apakah layak atau tidak menjadi pemimpin negara menggantikan Joko Widodo pada Pemilu 2024 mendatang.

"Kemunculannya yang lebih awal akan menarik perhatian publik untuk mulai menilai kelayakan Anis sebagai calon presiden," demikian kata Andi Yusran, Minggu (15/11).

Lebih lanjut Andi melihat image positif Anies dalam memimpin DKI Jakarta menjadi modal awal dalam menggaet simpati masyarakat.

 "Images positif yang dibangun oleh Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI menjadi modal dasar bagi Anis dalam dalam membangun pemilih psikologis," demikian kata Andi.

Sejak beberapa hari lalu, nama Anies Baswedan menjadi perbincangan publik.

Sebabnya, gambar Anies terpasang dalam banner dan baliho informasi agenda kegiatan perayaan Hari ulang tahun Partai Nasdem yang ke 9.

Publik kemudian berspekulasi, bahwa Partai Nasdem sedang menjajaki respons masyarakat terkait Anies Baswedan diproyeksikan untuk diusung menjadi capres di Pemilu mendatang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya