Berita

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Mukhaer Pakkanna/Net

Politik

Rektor ITB-AD: Kebijakan Indonesia Di Tengah Pandemi Covid-19 Nir Visi

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pandemi Covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum untuk memperbaiki perekonomian nasional. Hanya saja, momentum tersebut gagal dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Mukhaer Pakkanna menilai disrupsi yang diusung pandemi Covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum reorientasi paradigma pembangunan ekonomi di Tanah Air.

“Ternyata, hingga detik ini, tidak ada tanda-tanda inisiatif dan gagasan apalagi kebijakan pemerintah untuk melakukan reorientasi, terutama berkaitan imperatif sila keadilan sosial,” ungkapnya kepada redaksi, Jumat (13/11).


Mukhaer menjelaskan World Economic Forum (WEF) berobsesi melakukan reorientasi (great reset) peradaban dunia yang dipicu disrupsi pandemi. Hajatnya ingin menciptakan konsensus baru tentang bagaimana peradaban global ditata, meliputi tata kelola ekonomi, politik, dan sosial yang adil.

Great reset berasumsi bahwa setiap nyawa korban Covid-19 merupakan utang yang harus dibayar peradaban manusia lewat perubahan dan reorientasi bagaimana kita hidup ke depan, yang merawat ekosistem semesta.

“Memperhatikan lingkungan (greener), keadilan (fairer), dan lebih banyak mengadopsi teknologi (smarter) yang ramah terhadap kemanusiaan,” jelasnya

Lebih lanjut, Mukhaer mengapresiasi langkah Korea Selatan yang telah menyiapkan itu semua, melalui paradigma Green New Deal.

Menurutnya, apa yang dilakukan Korea Selatan mirip The New Deal yang dilontarkan Franklin Roosevelt ketika diangkat menjadi Presiden Amerika ke 32.

“The New Deal menjadi panacea atau obat mujarab dalam memulihkan ekonomi dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Mukhaer mempertanyakan perubahan yang dilakukan atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ini, yang sejatinya bisa menjadi momentum untuk melakukan reset, menyusun semacam the new deal.

Kebijakan Indonesia lebih banyak yang berorientasi myopic, nir-visi dan makin pragmatis. Produk regulasi Indonesia, sambungnya, lebih banyak pada persoalan "perut" dan ingin instan.

“Terjadi pendangkalan nalar dalam melahirkan kebijakan. Kita lebih banyak utak-atik kebijakan eklektik (tambal sulam) tanpa disertai dasar. Sedangkan, di tingkat publik, kita lebih banyak riuh dan asyik dengan politik kerumunan. Bahkan riskan melahirkan social distrust karena diprovokasi oleh para aktor yang lagi bermain di panggung sandiwara.” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya