Berita

Anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding/Net

Politik

Serka BDS Ditahan Karena Ucapan Ahlan Wa Sahlan Habib Rizieq, PKB: Itu Tindakan Berlebihan

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 16:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Serka BDS ditahan Pomil Lanud Halim Perdana Kusuma atas ucapan ahlan wa sahlan Habib Rizieq yang viral di sosial media, Rabu (11/11).

Menyikapi hal tersebut anggota Komisi I DPR RI Abdul Kadir Karding menyampaikan tindakan memenjarakan Serka BDS terlalu berlebihan.

“Kalau anggota TNI dimasukkan ke dalam penjara, karena mengucapkan ahlan wa sahlan ke Habib Rizieq itu menurut saya terlalu berlebihan,” ucap Karding kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/11).


Politisi PKB ini menambahkan, kalimat ahlan wa sahlan ini merupakan bentuk penghormatan sehingga tidak perlu diambil tindakan yang berlebihan terhadap prajurit TNI yang mengucapkan selamat datang kepada Habib Rizieq Shihab.

“Boleh aja lah orang, artinya ahlan wa sahlan itu kan selamat datang, penghormatan, jadi boleh-boleh saja. Sebenarnya enggak masalah. Memang, yang bersangkutan mestinya pernah tidak tetap proporsional dalam bersikap. Karena, TNI itu diatur oleh aturan internal korps yang begitu ketat,” bebernya.

Dia menyadari Korps TNI memiliki aturan baku terhadap para prajuritnya sehingga tidak boleh sembarangan dalam menyampaikan opini ke publik yang mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.

“Tidak boleh sembarangan, seperti warga sipil biasa yang memiliki kebebasan penuh kalau TNI itu diatur oleh aturan. Internal mereka. Jadi itu saja saya kira,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya