Berita

Para pekerja/Net

Politik

FSP BUMN Bersatu Optimis Pemulihan Ekonomi Sudah Ke Arah Yang Tepat

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 10:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Resesi ekonomi memang membuat sejumlah serikat pekerja prihatin. Sebab, ada bayangan bahwa nantinya akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal karena perusahaan tidak lagi mampu bertahan.

Namun demikian, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu meminta kepada semua pihak untuk tidak panik dalam menghadapi resesi yang sedang terjadi. Apalagi, krisis ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara-negara lain, termasuk neagra maju.

“Seluruh dunia mengakui bahwa pengaruh dari pandemi Covid-19 ini sangat besar terhadap perkonomian. Ini merupakan krisis global,” ujar Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Ferdinand Situmorang kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (12/11).


Terlepas dari itu, Ferdinand mengatakan bahwa pihaknya berhasil melihat ada hal positif yang dicapai oleh pemerintah. Salah satunya, peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke negara China.

Tercatat pada posisi bulan Oktober 2020 meningkat sebesar 11,47 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Itu artinya, Indonesia berhasil memanfaatkan keberhasilan China mengatasi Covid-19 dan memulihkan ekonomi sebagai peluang.  Indonesia bergerak aktif melakukan ekspor ke China yang menjadi negara tujuan ekspor terbesar.

Atas alasan itu, Ferdinand berharap pemerintah Indonesia berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan lagi nilai ekspor Indonesia. Bukan hanya kepada negara China saja, tetapi juga kepada negara negara lain yang merupakan pasar potensial untuk produk Indonesia.

“Seperti Singapura, Jepang, Korea, India dan Negara Negara Timur Tengah. Kami sangat yakin itu karena ada beberapa komoditi unggulan Indonesia yang sangat dibutuhkan oleh negara lain,” terangnya.

Ferdinand juga mengajak semua masyarakat bersatu dan bekerja keras dalam menghadapi resesi. Cara sederhananya dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tentang protokol kesehatan dan dukung pemerintah dalam proses pelaksanaan bantuan sosial agar dapat berjalan dengan lancar.

“Jangan hanya masalah sepele saja masyarakat kurang perduli, sehingga program pemerintah menjadi terhambat,” tegasnya.

FSP BUMN Bersatu juga mendorong pemerintah segera menggenjot penggunaan anggaran belanja pemerintah dengan maksimal dan juga bantuan-bantuan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Sekaligus, memperbaiki konsumsi masyarakat untuk peningkatan produksi nasional.

Lebih lanjut FSP BUMN Bersatu mengapresiasi kinerja Menko Perekonomian beserta jajarannya yang telah melakukan berbagai upaya dan langkah strategis untuk pemulihan ekonomi dengan berbagai program yang dibuat. Di mana sebagian besar program diarahkan untuk menyelamatkan rakyat miskin, pengusaha kecil, dan para tenaga kerja yang berpenghasilan rendah.

“Kami sangat yakin bahwa Tim Ekonomi Pemerintah yang dikomandoi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan dapat melakukan recovery ekonomi Indonesia karena beliau sudah mengatakan bahwa program yang telah dilaksanakan tahun 2020 masih berlanjut ke 2021. Performansi kinerja pemerintah akan lebih baik lagi di tahun 2021,” sambungnya.

Artinya, lanjut Ferdinand, program bantuan kepada pelaku usaha kecil menengah, bantuan sosial kepada rakyat berpenghasilan rendah masih berlanjut di tahun 2021.

“Ini adalah bukti kongkrit perhatian dari Pemerintah kepada rakyat. Mari kita dukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi agar kita bisa cepat keluar dari krisis ini,” demikian Ferdinand Situmorang.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya