Berita

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat berpidato secara virtual dalam peringatan hari ulang tahun ke-9 Partai Nasdem/Repro

Politik

Di Depan Anak Buah Paloh, Jokowi Curhat Ekonomi Lagi Rumit

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Terpuruknya ekonomi di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu persoalan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat berpidato secara virtual dalam peringatan hari ulang tahun ke-9 Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“Bapak Ibu kader Nasdem, sebagaimana kita rasakan dalam 8 bulan terakhir, pandemi Covid-19 bukan hanya mengakibatkan masalah kesehatan di seluruh dunia. Tapi juga mengakibatkan masalah ekonomi sangat rumit, pengangguran meningkat jadi 6,9 juta, dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus 5,32 persen,” kata Jokowi secara virtual, Rabu (11/11).

Jokowi mengatakan, perekonomian yang terpuruk akibat pandemi ini membuatnya harus bekerja ekstra. “Ini pukulan berat bagi prekonomian nasional kita yang butuh cara kerja tidak biasa, butuh cara kerja luar biasa,” katanya.


Presiden dua periode ini menambahkan, setelah hantaman keras pandemi Covid-19 yang merontokkan ekonomi nasional di kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali bangkit dengan berhasil naik peringkat di kuartal ketiga.

“Alhamdulillah kuartal III ekonomi kita mulai ke arah pulih dan bangkit tumbuh minus 3,49 persen, artinya sudah meningkat 1,83 persen di kuartal tiga dibanding kuartal II,” imbuhnya.

Namun, dia meminta agar para kader Nasdem tidak puas dengan pencapaian tersebut dan meminta agar bekerja lebih keras lagi untuk memulihkan ekonomi.

“Kita tidak boleh puas dengan gejala positif ini, kita harus kerja keras buka lapangan kerja, kita harus kerja keras meningkatkan kembangkan UMKM secara besar-besaran yang mampu bersaing di pasar global,” tandasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya