Berita

Gedung WTO/Net

Dunia

Mantan Kepala WTO: Kemenangan Biden Sebagai Presiden Tidak Akan Mengubah Dunia, Persaingan AS-China Tetap Ada

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemenangan Joe Biden atas Donald Trump dalam pilpres AS 2020 disebut-sebut akan membawa harapan baru yang katanya lebih baik untuk Amerika dan umumnya bagi dunia internasional. Namun, mantan kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy punya pandangan berbeda mengenai hal ini.

Dalam sebuah wawancara bersama France 24 Lamy mengatakan terpilihnya Biden tidak serta merta bisa mengatasi semua masalah yang sedang melanda dunia.

“Memiliki  Biden  sebagai presiden tidak akan mengubah dunia", katanya, seperti dikutip dari AFP, Senin (9/11).


Namun, dia mengatakan, di bawah kekuasaan Biden, sejumlah masalah mungkin akan lebih mudah diselesaikan dibanding saat Amerika berada di tangan Donald Trump.

“Kita masih memiliki sejumlah masalah untuk diatasi bersama. Tapi saya percaya bahwa mengatasi masalah ini, mengatasinya, mencoba menyelesaikannya mereka bersama-sama akan jauh lebih mudah dengan pemerintahan Biden daripada dengan pemerintahan Trump yang menghabiskan banyak waktu mencoba untuk menghancurkan sistem kerjasama multilateral,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Lamy juga meragukan prospek kesepakatan perdagangan UE-AS.

“Mimpi tentang perjanjian perdagangan transatlantik yang besar - yang akan benar-benar membuka perdagangan antara Eropa dan AS - sudah mati, karena berbagai alasan: sebagian baik, sebagian menurut saya kurang baik,” jelasnya.

Ditanya tentang multilateralisme, Lamy menyerukan untuk lebih banyak persatuan antar negara di Eropa.

“Orang Eropa memiliki suara mereka ketika mereka bersatu, mereka tidak mengatakan ketika mereka terpecah. Jadi jika orang Eropa ingin dengan benar membela dan mempromosikan kepentingan dan nilai-nilai kita, kita harus untuk lebih bersatu. Kita bersatu dalam perdagangan dan berhasil. Kita bersatu dalam semacam lingkungan dan berhasil. Dan jika Joe Biden kembali ke perjanjian Paris, ini berkat kepemimpinan di Eropa,” ungkap Lamy.

Beralih ke masa depan hubungan AS-China, mantan kepala WTO itu menyuarakan catatan kehati-hatian. Merujuk pada persaingan yang menurutnya masih akan berlanjut selama pemerintahan Biden.

"Dengan persaingan AS-China yang akan tetap ada, Biden akan mengaturnya secara berbeda dari Trump, tetapi persaingan akan tetap ada. Kita mungkin harus membuat kontribusi kami sendiri lebih solid - dan ini membutuhkan lebih banyak persatuan.”

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya