Berita

Presiden AS terpilih, Joe Biden/Net

Politik

Kemenangan Joe Biden Jadi Peringatan Indonesia Untuk Berhati-hati Soal Isu HAM

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 17:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil pemilihan presiden Amerika Serikat yang telah memenangkan Joe Biden tentu harus menjadi perhatian oleh pemerintah Indonesia.

Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, pemerintah diminta berhati-hati dalam penanganan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Pasalnya, Presides AS terpilih Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat jeli terhadap isu HAM.

“Ya soal HAM, intinya Joe Biden itu kan dari Partai Demokrat, dan Partai Demokrat itu mengusung masalah HAM, dualisme dan lain sebagainya,” ucap Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/11).


Karakter Biden yang concern terhadap isu HAM ini pun tentunya akan berpengaruh pada kebijakan-kebijakan yang diambil AS ke depan.

"Ini akan direfleksikan dalam kebijakan luar negerinya, sehingga kalau di Indonesia, penanganan masalah separtisme atau perang melawan teror ini juga harus hati-hati karena kemungkinan besar Amerika Serikat akan mempermasalahkan dari sisi HAM-nya,” jelasnya.

Berbeda dengan Partai Republik yang mengusung Donald Trump. Hikmahanto mengatakan, Partai Republik tidak mengedepankan HAM dalam setiap kebijakannya.

“Yang penting (di pemerintahan Trump) kalau ada perang lawan saja, dan mereka bersedia untuk menjual senjata dan mengizinkan untuk membawa senjata dan sebagainya. Apalagi kalau misalnya perang melawan teror, di-support,” beber rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini.

“Maka, Indonesia harus lebih transparan dalam penanganan masalah separatisme, terorisme (di pemerintahan Biden). Kita mungkin bisa lebih proaktif dalam menjelaskan (soal HAM)," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya