Berita

Analis politik dari lembaga survei Kedaikopi, Hendri Satrio/RMOL

Politik

Pengamat: Hanya PPP Yang Mungkin Terancam Oleh Kebangkitan Masyumi

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 16:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kembalinya Partai Masyumi ke perpolitikan Tanah Air diyakini akan memengaruhi keberadaan partai berbasis Islam yang sudah menghiasi politik Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.

Menurut analis politik dari lembaga survei Kedaikopi, Hendri Satrio, parpol yang diprediksi akan goyang dengan keberadaan Masyumi adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Mungkin satu-satunya PPP yang agak riskan,” ucap Hensat, sapaan Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/11).


Menurutnya, sejumlah partai berbasis Islam lain seperti PKS, PKB, dan PAN tidak akan terpengaruh dengan keberadaan Masyumi. Hal itu karena tiga parpol tersebut sudah memiliki basis pemilih yang kuat.

Soal Masyumi yang akan menggandeng pendiri PAN, Amien Rais beserta Partai Ummat, Hensat juga berpandangan hal tersebut tak akan memengaruhi pemilih PAN.

“Menurut saya mereka sudah terlalu kuat pemilihnya, jadi enggak perlu dikhawatirkan,” katanya.

Namun demikian, Hensat menilai Partai Masyumi perlu memiliki identitas yang berbeda dengan partai politik lainnya. Sebab belajar dari pengalaman, banyak partai baru yang gagal karena tak memiliki hal yang berbeda dibanding partai besar.

Salah satu yang patut diperhitungkan adalah persoalan logistik. Bila Masyumi punya logistik yang mumpuni, bukan mustahil partai tersebut akan kembali berjaya seperti di era 1955 yang menjadi penantang kuat Partai Nasional Indonesia (PNI).

“Kalau masih nanggung-nangung logistiknya ya susah jualan ideologi. Parpol yang ada sekarang sudah lengkap semua, mau Islam ada, mau nasionalis ada, mau berbasis agama yang kuat ada,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya