Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net
Pemilihan umum Amerika Serikat (AS) bukan hanya dilakukan untuk menentukan presiden, namun juga Senat dan House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Berdasarkan hasil pemungutan suara sementara yang dilakukan oleh The New York Times pada Jumat (6/11), Joe Biden masih jauh lebih unggul dari Donald Trump.
Sejauh ini Biden sudah mengumpulkan 253 suara elektoral, sementara Trump memiliki 213. Besar kemungkinan Biden mendapatkan ambang batas 270 suara elektoral setelah berhasil menguasai Georgia dan Pennsylvania.
Di sisi lain, perhitungan untuk Senat menunjukkan, Partai Demokrat dan Partai Republik sama-sama bersaing dengan 48 kursi. Untuk mendapatkan mayoritas, di antara mereka harus mendapatkan tiga kursi tambahan.
Partai Demokrat juga tampaknya masih berjaya di DPR dengan perolehan 209 kursi, sedangkan Partai Republik memiliki 193 kursi. Kontrol DPR dapat diambil jika salah satu di antaranya memiliki 218 kursi.
Kecenderungan kemenangan Partai Demokrat di pemilihan presiden dan DPR, dan juga adanya peluang di Senat tampaknya memang sudah menjadi strategi kubu Biden.
Research Fellow dari Loyola University Chicago, Ratri Istania mengatakan, Biden memang memiliki tujuan untuk membentuk
unified government atau pemerintahan bersatu.
Unified government sendiri, dikatakan Ratri, dapat terjadi jika tidak ada perbedaan ideologi partai antara presiden, Senat, dan DPR.
"Kalau sudah ketiganya itu sejalan, sama, itu diharapkan kebijakan yang dikeluarkan Biden, misalnya untuk mengembalikan masa-masa kejayaan (Barack) Obama bisa berjalan lebih mulus," terangnya dalam
RMOL World View bertajuk "Panas Dingin Pemilu AS" pada Jumat malam (6/11).
Meski begitu, Ratri mengingatkan, perolehan sementara saat ini belum dapat memastikan Demokrat mempertahankan kendali di DPR karena masih membutuhkan beberapa kursi tambahan.
"Kalau mereka sudah bisa mengontrol House of Representatives itu bisa lebih enak ya untuk masalah kebijakan ini. Tapi kalau dia tidak bisa mengontrol DPR, itu akan kesulitan," lanjutnya.
Seperti halnya DPR, tambah Ratri, perolehan suara untuk Senat juga masih gamang karena kontestasi masih terus terjadi. Tetapi pada dasarnya, ia mengatakan,
unified government akan sangat penting bagi Biden jika benar-benar terpilih.
"Itu sangat penting buat Demokrat, terutama kebijakan luar negerinya. Itu sangat-sangat penting," pungkas Ratri.