Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau melakukan percakapan telepon dengan mitranya, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (5/11). Dari beberapa hal yang dibahas, topik utama percakapan kedua pemimpin itu adalah tentang situasi di Nagorno Karabakh.
Di awal percakapan, Trudeau mengungkapkan solidaritas Kanada dengan rakyat Prancis atas serangan dan kekerasan teroris baru-baru ini. Ia menyepakati apa yang disampaikan Macron tentang pentingnya mempertahankan kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia
Kedua pemimpin itu juga menyepakati komitmen bersama untuk memerangi terorisme dan ekstremisme serta semua hal yang terkait dengan kekerasan.
“Perdana Menteri dan Presiden bertukar pandangan tentang isu-isu global, seperti ketegangan di Mediterania Timur dan pentingnya dialog dan diplomasi dalam mencari penyelesaian damai atas konflik di Nagorno-Karabakh," ujar pernyataan dari kantor kepresidenan Kanada, seperti dikutip dari
Radio Of Armenia, Jumat (6/11).
"Kedua pemimpin menekankan komitmen mereka untuk terus bekerja sama dalam organisasi internasional seperti NATO, G7, dan G20, dan untuk memajukan prioritas bersama seperti melindungi perdamaian dan keamanan internasional, dan juga memerangi perubahan iklim,†ujar pernyataana itu.
Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing
Sabtu, 18 April 2026 | 00:13
Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global
Sabtu, 18 April 2026 | 00:01
Mahasiswa ITB Goyang Erika
Jumat, 17 April 2026 | 23:39
Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua
Jumat, 17 April 2026 | 23:21
Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026
Jumat, 17 April 2026 | 23:01
Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol
Jumat, 17 April 2026 | 22:36
Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan
Jumat, 17 April 2026 | 22:14
Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes
Jumat, 17 April 2026 | 21:45
Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK
Jumat, 17 April 2026 | 21:35
YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal
Jumat, 17 April 2026 | 21:20
Selengkapnya