Berita

Menlu Armenia, Zohrab Mnatsakanyan/Net

Dunia

Menlu Armenia Tidak Habis Pikir Mengapa Azerbaijan Harus Libatkan Kelompok Militan Dalam Konflik Nagorno-Karabakh

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 12:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Zohrab Mnatsakanyan menyatakan bahwa hingga saat ini Armenia tidak dapat dipahami apa yang dipikirkan Baku ketika melibatkan kelompok militan dalam konflik di Nagorno-Karabakh.

Menurut Mnatsakanyan kehadiran para militan itu akan menimbulkan ancaman tidak hanya bagi wilayah Karabkh tetapi juga wilayah dan negara di sekitarnya. Ia mengatakan hal itu selama debat tentang rancangan anggaran 2021 pada pertemuan bersama Komite Tetap Majelis Nasional untuk Urusan Keuangan-Kredit dan Anggaran dan Hubungan Luar Negeri, Kamis (5/11).

Mnatsakanyan mengatakan, saudara Armenia di Artsakh (Nagorno-Karabakh) dan orang-orang Armenia berperang dengan tiga musuh de facto: Turki, teroris bayaran, dan Azerbaijan.


"Munculnya teroris di wilayah kami merupakan tantangan dalam konteks yang jauh lebih besar, ​​dan bukan hanya bagi kami. Konsekuensinya sangat serius," kata Mnatsakanyan, seperti dikutip dari News Arm, Kamis (5/11).

Kelompok militan merupakan risiko bagi banyak negara, dan tidak hanya bagi tetangga dekat Armenia, menurut Mnatsakanyan.

Ia menyebutkan, saat ini perang melawan terorisme merupakan salah satu kegiatan utama Kementerian Luar Negeri Armenia, dan pihak kementerian mengangkat masalah ini juga dalam kontak dengan rekan-rekan dari negara lain. Ia berharap bisa berbicara lebih rinci tentang topik ini segera.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya