Berita

AS berencana menjual 18 unit drone MQ-9B ke UEA/Net

Dunia

Setelah F-35, AS Berencana Jual 18 Unit Drone MQ-9B Ke UEA

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) membuka rencananya untuk menjual 18 unit drone MQ-9B yang canggih ke Uni Emirat Arab (UEA) dengan nilai kesepakatan sebesar 2,9 miliar dolar AS.

Departemen Luar Negeri AS bahkan dilaporkan sudah memberikan pemberitahuan penjualan tersebut kepada Kongres, seperti dimuat Reuters, Jumat (6/11).

Penjualan tersebut hanya berselang kurang lebih sepekan setelah Departemen Luar Negeri juga menyampaikan pemberitahuan penjualan jet tempur F-35 ke negara Teluk itu.


Sebelumnya, AS juga telah sudah mengirim pemberitahuan resmi terkait penjualan empat unit drone SeaGuardian MQ-9B senilai 600 juta dolar AS ke Taiwan.

UEA sendiri sudah lama menunjukkan minat untuk drone buatan AS. Namun rencana penjualan tersebut berpotensi diblokir oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya para anggota parlemen mengkritik peran UEA yang berkontribusi atas kematian warga sipil dalam konflik Yaman.

Sesuai aturan, Kongres memiliki waktu 30 hari untuk menolak rencana tersebut.

"Sebagai masalah kebijakan, AS tidak mengonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai secara resmi diberitahukan kepada Kongres," ujar seorang jurubicara Departemen Luar Negeri ketika dimintai keterangan.

Selain F-35 dan drone MQ-9B, UEA juga ternyata berusaha untuk membeli EA-18G Growlers buatan Boeing dan F/A-18F Super Hornet.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya