Berita

Sejumlah kanal televisi memotong siaran langsung pidato Presiden Donald Trump pada Kamis malam, 5 November 2020/Net

Dunia

Sejumlah Kanal Televisi AS Memotong Siaran Langsung Pidato Trump Di Gedung Putih

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah kanal televisi di Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan di tengah proses pemilihan presiden yang mempertarungkan Donald Trump dan Joe Biden.

Itu lantaran mereka dengan sengaja memotong atau menghentikan siaran langsung pidato Trump di Gedung Putih pada Kamis malam (5/11) yang berdurasi 16 menit.

Dari sejumlah kanal, MSNBC ikut memotong pidato Trump ketika ia berupaya untuk mengklaim kemenangannya lagi.


Ketika itu, pembawa acara Brian Williams mengatakan pihaknya berusaha untuk mengoreksi kesalahan presiden.

"Di sini kita sekali lagi berada dalam posisi yang tidak biasa untuk tidak hanya menginterupsi presiden Amerika Serikat, tetapi juga mengoreksinya," kata Williams, seperti dikutip dari The Guardian.

Peristiwa yang sama juga dilakukan oleh CNBC.

"Apa yang dikatakan presiden Amerika Serikat, sebagian besar, sama sekali tidak benar," ujar sang pembawa acara, Shep Smith.

Dalam pidatonya, Trump kembali mengklaim kemenangannya jika hanya surat suara sah yang dihitung.

Ia juga mendesak agar proses perhitungan surat suara yang terlambat dihentikan di sejumlah negara bagian.

Tudingan Trump atas adanya kecurangan pemilu sendiri telah menggoyang Amerika. Dari partainya sendiri, Trump telah banyak dikritik karena dianggap meragukan integritas pemilu AS.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya