Berita

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas/Net

Dunia

Jerman: Pilpres AS Bukan Pertunjukan Satu Orang, Kedua Kandidat Harus Tenang Sampai Semua Suara Dihitung

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perselisihan domestik Amerika Serikat (AS) antara petahana, Presiden Donald Trump dan lawannya, Joe Biden, menjadi perhatian dunia internasional.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas bahkan memberikan wejangannya kepada kedua belah pihak untuk tenang sampai semua surat suara dihitung, alih-alih saling klaim dan memperburuk keadaan.

"(Pemilu) Amerika lebih dari sekadar pertunjukan satu orang. Siapapun yang terus menuangkan minyak ke atas api dalam situasi seperti ini bertindak tidak bertanggung jawab," kata Maas kepada media Jerman, Funke, dan dikutip oleh Reuters, Jumat (6/11).


“Sekarang adalah waktunya untuk tetap tenang sampai hasil yang ditentukan secara independen tersedia,” tambahnya.

Sejauh ini proses perhitungan suara masih terus dilakukan dengan kedua kandidat memiliki perbedaan yang tipis di beberapa negara bagian.

Meski negitu, Biden sendiri sudah jauh meninggalkan Trump dan memiliki potensi yang besar untuk segera mendapatkan 270 suara elektoral.

Di sisi lain, Trump sudah menyiapkan rencana untuk membawa hasil pemilihan ke meja hijau jika akhirnya ia kalah.

"Agar hasil (yang belum ditentukan) diterima, semua orang harus menahan diri. Pecundang yang layak lebih penting untuk berfungsinya demokrasi daripada pemenang yang cemerlang," pungkas Maas.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya