Berita

Trump memberikan pidato tebarunya pada pengarahan Gedung Putih, Kamis (5/11) malam/Repro

Dunia

Pidato Trump Pada Kamis Malam: Kami Menang Dengan Angka-angka Bersejarah, Lembaga Survei Telah Salah

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Petahana Partai Demokrat Donald Trump kembali mengatakan bahwa dia telah 'dicurangi' dalam pidato terbarunya di Gedung Putih pada Kamis (5/11) malam waktu setempat.

Dalam pidatonya Trump bersikeras bahwa dirinya akan "dengan mudah memenangkan" pemilihan AS dan dia menuduh surat suara yang diberikan kepadanya sebagai 'ilegal'.

Namun, sejauh ini tidak ada bukti yang mendukung klaim korupsi atau penipuan yang dilakukan selama proses pemilihan.


"Jika Anda menghitung suara sah, saya dengan mudah menang," kata Trump, seperti dikutip dari 9News, Jumat (6/11).

"Jika Anda menghitung suara ilegal, mereka dapat mencoba mencuri pemilu dari kami," lanjutnya.

Trump mengatakan dia sedang memeriksa suara yang terlambat 'dengan sangat cermat'.

"Saya sudah dengan tegas memenangkan negara bagian yang utama, termasuk Florida, Iowa, Indiana, Ohio," katanya, menambahkan bahwa ada beberapa gangguan yang mencoba menghalangi kemenangannya seperti 'uang besar' dan 'teknologi besar'.

Dia juga membuat klaim palsu bahwa Partai Republik 'kehilangan nol ras di DPR'. Klaim itu hanya benar jika dia tidak menghitung kursi Partai Republik yang hilang di Georgia dan Carolina Utara.

Trump juga menuduh lembaga survei sengaja salah memilih.

"Kami menang dengan angka-angka bersejarah, dan lembaga survei telah salah," kata Trump.

"Mereka mengira akan ada gelombang biru besar, itu dilakukan karena alasan penindasan. Justru sekarang malah ada gelombang merah besar," katanya.

"Jajak pendapat palsu ini dirancang untuk membuat para pemilih kami tetap di rumah."

Selama konferensi pers yang mengejutkan, Trump menuduh pemungutan suara melalui surat menghancurkan pihaknya.

Trump selama berbulan-bulan menggambarkan pemungutan suara melalui surat tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya, sementara Demokrat secara aktif mendorong orang untuk menggunakan sistem tersebut.

Voting mail-in pertama kali diperkenalkan selama Perang Saudara di tahun 1860-an.

Dia juga menuduh para pejabat di negara bagian Pennsylvania menjadi bagian dari "mesin Demokrat yang korup".

"Di Pennsylvania, Demokrat mengizinkan surat suara diterima tiga hari setelah pemilihan, kami pikir lebih dari itu," kata Trump.

Keputusan untuk mengizinkan penghitungan suara di Pennsylvania, selama diposting pada Hari Pemilihan, telah disetujui oleh Mahkamah Agung AS.

Trump saat ini memimpin di Pennsylvania, yang memang seharusnya dia menangkan.

Tetapi karena semakin banyak surat suara yang dihitung, keunggulannya dengan cepat menyusut, dengan Joe Biden diantisipasi untuk memimpin.

Usai memberikan pengarahannya, Trump meninggalkan konferensi pers tanpa menjawab pertanyaan apa pun.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya