Berita

Tepi Barat/Net

Dunia

Israel Khawatir Trump Kalah, Knesset Desak PM Netanyahu Segera Deklarasikan Kedaulatan Di Tepi Barat

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 17:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para sekutu Presiden Donald Trump, termasuk Israel, tengah dibuat khawatir dengan hasil pemilihan umum Amerika Serikat (AS). Pasalnya hasil pehitungan suara sementara membuat Trump berada di ambang kegagalan.

Anggota parlemen Israel Knesset, Betzalel Smotrich mengatakan, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak boleh membuang-buang waktu jika akhirnya Trump kalah.

Alih-alih, Smotrich mendesak Netanyahu untuk segera mendeklarasikan kedaulatan atas Lembah Jorban, Yudea dan Samaria (Tepi Barat) sebelum akhirnya Joe Biden dari Partai Demokrat berkantor di Gedung Putih.


"Kami harus menekan (PM) Netanyahu untuk menerapkan kedaulatan dan menyelesaikannya sebelum Biden mengambil alih," katanya, seperti dikutip Israel National News pada Kamis (5/11).

Meskipun kebijakan luar negeri AS terhadap Israel tidak akan berubah secara substansial jika Trump kalah, namun ia yakin pemerintahan Biden hanya akan menunjukkan dukungan dan simpati semata tanpa aksi.

"Saya yakin Biden akan melanjutkan kebijakan simpati jangka panjang untuk Israel yang telah ditunjukkan oleh pemerintahan Amerika berturut-turut," ujar Smotrich.

Selain Smotrich, Menteri Urusan Pemukiman Israel, Tzachi Hanegbi juga mengaku khawatir dengan posisi Trump yang tertinggal jauh dari Biden.

Pasalnya jika Biden terpilih, maka AS kemungkinan akan meninggalkan kebijakan tekanan maksimum pada Teheran dan kembali ke kesepakatan nuklir Iran.

"Kebijakan Trump terhadap Iran telah berhasil, jika itu berubah dan perjanjian nuklir kembali kami akhirnya akan mencapai konfrontasi Israel dengan Iran," terang dia.

Biden sendiri saat ini berhasil melaju dengan cepat setelah memenangkan negara bagian Wisconsin dan Michigan. Michigan sendiri sebelumnya diperkirakan menjadi wilayah kekuasaan Trump.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya