Berita

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus/Net

Politik

Guspardi Gaus: UU Ciptaker Hadir Untuk Wujudkan Indonesia Maju

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 11:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dihadirkan sebagai strategi mereformasi regulasi. Tujuannya untuk meningkatkan iklim investasi dan membuat dunia usaha lebih bergairah dan terciptanya iklim berusaha yang lebih kondusif.

Demikian tegas anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus kepada wartawan, Kamis (5/11).

"Sejatinya UU Ciptaker dimaksudkan untuk mendorong terciptanya iklim dunia usaha yang lebih kondusif dan progresif," ujar Guspardi Gaus.


Dengan adanya UU Ciptaker, kata Guspardi, dunia usaha diharapkan lebih bergairah, berdaya saing, dan siap berkompetisi dengan negara lain di dunia dalam rangka mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengatakan bahwa berbagai kemudahan diberikan pemerintah kepada sektor UMKM, Koperasi dan pengusaha dalam negeri bisa tercipta dengan adanya UU 11/2020.
 
Mantan akademisi UIN Imam Bonjol Padang ini juga mengungkapkan bahwa berdasarkan survei global dari International Finance Corporation (IFC), kemudahan berbisnis atau Index Easy of Doing Business ( EoDB ) Indonesia masih berada di peringkat 6 dari 10 negara Asean dan masih berada di peringkat 73 di dunia di tahun 2018.

Target pemerintah dengan UU Ciptakerja ini Indonesia bisa berada di peringkat ke-40.
 
Peningkatan Indeks of Easy Doing Business Indonesia diharapkan juga mampu meningkatkan produk dometik bruto yang pada gilirannya akan dapat mendongkrak daya saing nasional.

"Kemudahan berbisnis ini akan mendorong minat investor datang ke Indonesia semakin tinggi apalagi proses perizinan semakin mudah dan tanpa pungutan liar," tuturnya.

"Begitupun pengusaha dalam negeri tentunya akan lebih terpacu lagi berkompetisi dalam kancah dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang baik,” demikian Guspardi Gaus.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya