Berita

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Bin Hussein Shihab/Net

Politik

Lieus Sungkharisma: Presiden Jokowi Harus Sambut Kepulangan Habib Rizieq Dengan Karpet Merah

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 09:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sambutan hangat atas rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Bin Hussein Shihab pada 10 November mendatang tidak hanya datang dari kalangan umat Islam. Tapi juga datang dari tokoh masyarakat Tionghoa, Lieus Sungkharisma.

“Ini merupakan langkah yang positif bagi Indonesia dalam upaya membangun kehidupan kenegaraan yang kondusif,” ujar Lieus Sungkharisma yang juga koordinator Forum Rakyat ini kepada redaksi, Kamis (5/11).

Menurutnya, kepulangan Habib Rizieq setelah 3,5 tahun lebih berada di pengungsian adalah langkah besar bagi pembangunan politik Indonesia di masa datang.


“Oleh karena itu, saya menyarankan agar Presiden Jokowi menyambut kepulangan Habib Rizieq dengan membentangkan karpet merah dan memberinya ruang yang luas untuk memimpin revolusi akhlak di negeri ini,” ujarnya.

Terlepas dari apapun masalah yang selama ini menimpa Habib Rizieq hingga ia mengasingkan diri ke Saudi Arabia, Lieus menilai kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia adalah berkah yang harus disyukuri oleh pemerintah Indonesia.

“Sebab, apapun cerita buruk yang dihubung-hubungkan dengan Habib Rizieq selama ini, faktanya Habib Rizieq adalah salah satu putra terbaik Indonesia yang sudah seharusnya dihargai sebagai asset bangsa,” tegasnya.

Pada mulanya, Habib Rizieq dan keluarganya berangkat ke luar negeri pada April 2017 untuk melaksanakan ibadah Umroh. Tapi, kata Lieus, rupanya ada rentetan peristiwa lain yang terjadi sebelumnya, yakni berupa teror yang mengancam jiwanya dan keluarganya.

“Seperti kata Ketua Presidium 212, Ustadz Ansufri ID Sambo, di antaranya adalah peristiwa penembakan oleh sniper yang menyasar ke rumah Habib. Akibat teror itu, Ustadz Ansufri ID Sambo bahkan sempat mengadu ke Komnas HAM,” ujar Lieus.

Pada perkembangannya, kata Lieus Lagi, kepergian Habib Rizieq ke luar negeri itu kemudian dikait-kaitkan dengan macam-macam cerita buruk. Habib Rizieq sendiri kemudian sempat diperiksa oleh polisi sebagai saksi kasus percakapan porno yang katanya melibatkan Firza Husein.

“Namun, apapun cerita buruk yang menimpa Habib Rizieq itu, adalah tidak pantas ulama dan imam besar FPI tersebut diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Sudah berkali-kali Habib Rizieq menyatakan ingin pulang. Tapi selalu saja beredar pernyataan dari para pejabat negara yang justru menyudutkannya. Dari masalah deportasi, izin tinggal, overstay sampai pencekalan.

Di satu sisi, mereka selalu bilang silakan Habib Rizieq pulang, tapi di sisi lain selalu muncul pernyataan yang memojokkannya.

“Termasuk yang belakangan ini pernyataan dari Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebut Habib Rizieq dicekal karena menerima amplop pengumpulan dana untuk tujuan politik. Padahal tuduhan itu tidak terbukti,” tegas Lieus lagi.

Karena itulah, terkait kepulangan Habib Rizieq kali ini, Lieus meminta Presiden Jokowi untuk mengingatkan para pembantunya agar tidak lagi mengeluarkan pernyataan yang justru semakin memperkeruh suasana.

“Negara ini tidak bisa dibiarkan kisruh terus oleh statemen-statemen pejabatnya yang asal bicara. Negeri ini butuh membangun. Tapi pembangunan hanya bisa dijalankan dengan baik kalau situasi sosial politik negara berjalan kondusif,” katanya.

Lieus sendiri memastikan akan memberi dukungan penuh pada langkah-langkah positif Presiden Jokowi dalam menyambut kepulangan Habib Rizieq tersebut.

“Presiden Jokowi harus menjadikan kepulangan Imam Besar FPI dengan jutaan pengikut ini sebagai langkah awal rekonsiliasi untuk kebaikan bangsa,” kata Lieus yang berjanji akan datang untuk ikut menyambut kepulangan Habib Rizieq di bandara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya