Berita

Pakar ekonomi, Dradjad H. Wibowo/Net

Politik

Dradjad Wibowo: Ekonomi Indonesia Terjajah Karena Doyan Utang

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 18:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia saat ini secara tidak langsung telah dijajah dalam bentuk kolonialisme ekonomi dan finansial melalui soft power dengan ambil bagian di dalam organisasi International Monetary Fund (IMF).

Selain itu, dikatakan pakar ekonomi, Dradjad H. Wibowo, selama beberapa dekade, Bank Dunia bahkan yang lebih rendah lagi adalah Bank Pembangunan Asia (ADB) bisa 'mendikte' kebijakan ekonomi Indonesia.

"Pada tahun 2005 saya sebagai anggota Komisi XI DPR membuka dokumen di mana Indonesia diwajibkan menjual belasan BUMN hanya agar salah satu termin pinjaman dari ADB dicairkan," kata Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/11).


Politisi senior PAN ini menegaskan, saat ini Indonesia telah dijajah oleh para diktator ekonomi dari negara lain lantaran doyan mencari utang.

"Sekarang pun Indonesia masih menjadi jajahan ekonomi negara investor dan atau kreditor tertentu. Kebijakan fiskal kita yang terlalu doyan utang merupakan salah satu penyebabnya. Akibatnya Indonesia kurang berdikari di bidang fiskal, maupun ekonomi secara lebih luas," bebernya.

"Lemahnya Indonesia dalam menghadapi investor nikel dan tenaga kerja asing adalah salah satu contohnya," imbuhnya.

Dradjad memberi contoh lain, terjajahnya ekonomi Indonesia oleh negara lain yakni dengan adanya pelepasan surat utang Indonesia dengan kupon yang hampir 1,4 persen lebih mahal dari Filipina meski emisi obligasinya berdekatan waktunya.

"Kalau Indonesia berdikari, mana bisa investor pasar obligasi mendiktekan kupon yang kemahalan?" katanya.

Menurutnya, jika ingin lepas dari berbagai bentuk penjajahan ekonomi, Indonesia harus mengubah haluan politik ekonominya.

"Semua negara memang saling tergantung satu sama lain. Itu keniscayaan global. Tapi banyak negara yang bisa berdikari kebijakan ekonominya tanpa didikte negara, investor atau kreditor tertentu. Mau tidak pemerintah melakukannya?” tandas Dradjad.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya