Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Presiden Joko Widodo (kanan)/Net

Politik

Anies Dijegal Siapa Yang Menikmati?

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 19:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa kali masuk bursa calon presiden (capres) 2024 yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

Baru-baru ini, ada hasil beberapa lembaga survei yang menggambarkan tingkat elektabilitas Anies Baswedan yang masuk ke dalam 3 besar setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Lembaga-lembaga survei tersebut diantaranya Indonesia Political Opinion (IPO), Indo Barometer, Polmatrix, dan Indikator Politik.


Bahkan baru-baru ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat penghargaan berskala internasional terkait inovasi transportasi bernama Sustainable Transport Award (STA) 2021.

Namun, Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Said Didu memandang, apa yang dikerjakan oleh Anies tak pernah berhenti mendapat kritikan dan bahkan cibiran dari banyak pihak. Terutama dari pihak-pihak yang berafiliasi dengan pemerintah pusat.

Dalam acara Ngobrol Bareng Bang Ruslan bertajuk "Anies Semakin Manis, Pemerintah Pusat Cemburu" yang diadakan RMOL Network, Said Didu melihat potensi Anies pada Pilpres 2024 dijegal.

Said Didu sempat ditanya oleh peserta diskusi mengenai, siapakah pihak yang diuntungkan dari penjegalan Anies Baswedan, mengingat Presiden Joko Widodo tidak mungkin untuk mencalonkan lagi pada 2024 mendatang?

"Saya menduganya ini adalah oligarki keuasaan yang ingin dipertahankan. Dan oligarki ini bisa tergaggu apabila bukan yang diinginkan presiden sekarang," ujar Said Didu ketika memaparkan pada Selasa (3/11).

Oleh karena itu, Said Didu menilai Anies sekarang ini sedang dianggap sebagai musuh bersama oleh pihak-pihak yang bersekutu dengan oligarki dan pemerintahan yang tengah berkuasa sekarang ini.

"Dan kemungkinan menganggap Anies ini bukan bagian dari oligarki yang sedang dibangun. Bukan kepentingan Pak Jokowi, kepentingan oligarki kekuasaan untuk meneruskan kekeuasaannya ke depan," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Menteri BUMN ini menganggap oligarki yang sedang mepet penguasa tengah mempersiapkan sosok yang bisa meneruskan tahta Jokowi.

Tujuannya, untuk supaya kekuasaan dinasti-dinasti politik di dalam oligarki bisa tetap berkuasa.

"Semua potensi bisa terbuka. Memang ada dari segi untuk semua diarahkan kepada oligarki kekuasaan termasuk orang-orangnya disiapkan dong. Saya enggak tau siapa. Dan Anies mungkin dianggap sebagai oposisi," demikian Said Didu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya