Berita

Ilustrasi

Politik

Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Anak Buah Sri Mulyani Teringat Pada UU Pengampunan Pajak

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 13:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo akhirnya meneken omnibus lawa UU cipta kerja di tengah beragam aksi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Dalam beleid yang ditandatangani, tercatat sebagai UU 11/2020 tentang Cipta Kerja. Draf UU Cipta Kerja tersebut pun bisa diakses publik di situs resmi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, dengan ditekennya UU Cipta Kerja dia teringat dengan Undang Undang tentang Pengampunan Pajak atau tax amnesty.


“Akhirnya UU Cipta Kerja ditandatangani presiden menjadi UU 11/2020 tentang Cipta Kerja. Saya jadi ingat UU 11/2016 tentang Pengampunan Pajak,” ujar Prastowo lewat akun media sosialnya, Selasa (3/11).

Dia berharap, dengan lahirnya UU Cipta Kerja tersebut dapat berguna bagi masyarakat dan diimplementasikan dengan baik.

“Semoga segala niat dan tujuan baik dapat diimplementasikan dengab baik, demi kebaikan publik. Selamat berdiskursus!,” tandasnya.

Sebelumnya, kebijakan tax amnesty menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Pasalnya, undang-undang tersebut semula memiliki tujuan untuk meringankan beban para pemberi pajak, malah justru dianggap memberikan karpet merah kepada konglomerat pengemplang pajak.

Namun, hingga kini tax amnesty tersebut belum menarik perhatian para konglomerat untuk mendeklarasikan hartanya lewat pajak.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya