Cuplikan video pengeroyokan terhadap oknum TNI/Net
Dua orang anggota TNI dari Sat Intel Kodim 0304/Agam mengalami luka memar akibat dikeroyok klub motor besar alias moge.
Peristiwa itu sendiri terjadi di kawasan Jalan Hamka, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat, (30/10).
Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus menyayangkan terjadinya insiden pengeroyokan kepada Serda Yusuf dan Serda Mistari yang merupakan anggota TNI.
Menurutnya, tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh rombongan Motor Gede (Moge) Harley Davidson asal Bandung, Jawa Barat ini sangat tidak pantas, sok jagoan dan arogan.
Legislator Dapil Sumbar 2 menduga anggota klub moge itu berani melakukan tindakan anarkis bisa jadi karena dalam rombongan mereka terdapat purnawirawan berbintang tiga.
“Jadi mereka merasa Jumawa. Tetapi sikap arogansi ini tidak boleh dibiarkan dan penegak hukum harus tegas dalam penanganan dan penindakan masalah pengeroyokan kepada anggota TNI begitu juga kepada masyarakat lainnya,†ujar Guspardi, Senin (2/11).
Menurutnya, Kapolres Bukittinggi langsung bergerak cepat menangkap para pelaku pengeroyokan dan melakukam penahanan termasuk menyita barang bukti berupa motor gede (moge) milik pelaku.
Hal ini dinilainya sudah tepat dan menunjukkan bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini.
“Kita mendukung penuh pihak kepolisian agar memproses kasus ini dengan tuntas. Kita berharap jangan ada penangguhan penahanan kepada pengeroyok yang sok jagoan apalagi memukul aparat negara,†tandasnya.
Sebelumnya, sebuah video viral di jagat media sosial, lantaran aksi sejumlah pengendara Moge yang mengeroyok dua pengendara yang merupakan anggota TNI.
Saat kejadian pengeroyokan, rombongan Moge tersebut dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Djamari Chaniago.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan, Djamari merupakan ketua rombongan dari klub Moge tersebut.
Mengetahui, anggotanya melakukan pengeroyokan terhadap dua pengendara motor tersebut. Djamari yang merupakan ketua rombongan tersebut langsung menemui korban untuk melakukan mediasi, karena ia sendiri juga tidak mengetahui insiden tersebut.
Namun, mediasi tersebut tak membuahkan hasil. Karena, korban tetap membuat laporan terkait kejadian yang menimpa mereka itu.