Berita

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan/Net

Dunia

PM Imran Khan: Siapa Saja Presidennya, AS Harus Berlaku Adil Antara India Dan Pakistan

MINGGU, 01 NOVEMBER 2020 | 10:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan memberikan pandangannya terkait dengan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang akan menentukan kemengan petahana, Presiden Donald Trump atau lawannya, Joe Biden.

Dalam wawancaranya dengan majalah Jerman, Der Spiegel, yang dikutip Sputnik pada Sabtu (31/10), Khan mengatakan ia ingin AS memberikan perlakuan yang adil antara India dan Pakistan.

"Yang kami inginkan dari AS adalah perlakuan adil terhadap India, terutama dengan sengketa di Kashmir. Wilayah ini hotspot, bisa bergejolak kapan saja," ujar Khan.


Ketika ditanya siapa yang kandidat presiden yang ia dukung, Khan sendiri urung memberikan jawaban. Alih-alih, mantan pemenang piala dunia kriket yang berubah menjadi politisi itu mengatakan pemilihan presiden AS sulit diprediksi, meski Biden memenangkan jajak pendapat.

"Karena itulah, kami mengharapkan, AS sebagai negara terkuat di dunia, siapa pun yang menjadi presidennya," lanjut pria 68 tahun itu.

Dalam kepemimpinan Trump, hubungan AS dan Pakistan tidak berjalan baik. Trump bahkan dikenal dekat dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi di tengah ketegangan antara Islamabad dan New Delhi atas Kashmir.

Pada 1 Januari 2018, Trump mengecam Pakistan karena tidak memberikan kontribusi apa pun kepada AS selain kebohongan dan tipu daya, sementara AS memberikan miliaran dolar bantuan finansial sejak 2001.

Namun pada tahun lalu pemerintahan Trump dilaporkan mengkalibrasi ulang hubungannya dengan Islamad setelah AS memasuki negosiasi formal dengan Taliban di Afganistan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya