Berita

Gempa melanda pantai barat Turki dan sebagian Yunani, Jumat 30 Oktober 2020/Net

Dunia

Gempa Turki: Erdogan Sambut Baik Ucapan Belasungkawa Dari Yunani, Dua Negara Bermusuhan Itu Berdiri Bersama

SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 06:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) melaporkan bahwa korban gempa terus bertambah. Saat berita ini diturunkan, korban tewas mencapai 19 orang dan 700 lainnya luka-luka, berat dan ringan.

Gempa berkekuatan 7,0 melanda pantai barat Turki dan sebagian wilayah Yunani pada Jumat (30/10). Guncangannya begitu besar membuat bangunan runtuh dan memicu apa yang oleh pihak berwenang sebagai 'tsunami mini'.

Setelah guncangan heba itu, gempa susulan terjadi berturut-turut. AFAD mencatat, puluhan gempa susulan itu 16 di antaranya berkekuatan lebih dari 4,0.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis atas ucapan belasungkawa dan tawaran bantuannya.

Dia menulis di Twitter bahwa Turki juga siap membantu Yunani, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (31/10).

"Turki juga selalu siap membantu Yunani menyembuhkan luka-lukanya," kata Erdogan, seraya menambahkan: "Bahwa dua tetangga menunjukkan solidaritas di masa-masa sulit yang lebih berharga daripada banyak hal dalam hidup."
Yunani dan Turki telah bentrok dalam beberapa bulan terakhir karena ketegangan di Mediterania timur. Kedua negara saling mengklaim dan melemparkan tuduhan.

Pasca guncangan hebat yang melanda dua negara, yang terjadi pada Jumat sore, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menyampaikan belasungkawa.

"Saya baru saja menelepon Presiden [Erdogan] untuk menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa secara tragis dari gempa bumi yang melanda kedua negara kami," tulis Mitsotakis di akun Twitternya.

"Apa pun perbedaan kami, inilah saat-saat ketika orang-orang kami perlu berdiri bersama,"  katanya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya