Berita

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Sama Dengan Megawati, Rahmad Handoyo Juga Marah PDIP Dan Jokowi Kerap Dituding PKI

SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 01:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota DPR dari PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo bisa memahami kekesalan dan kemarahan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri karena partainya, termasuk Presiden Joko Widodo bahkan dirinya, kerap dituding bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kemarahan itu sangat wajar, dan itu hanya untuk memperingatkan kepada anak bangsa jangan menggunakan politik segala cara, jangan menuduh segala cara untuk kepentingan sesaat. Saya kira masuk akal itu. Saya pun juga marah begitu loh," kata Rahmad Handoyo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (31/10).

Saat peresmian 13 kantor DPP PDIP secara daring, Rabu (28/10), Megawati tidak bisa menutup kekesalan dan kemarahan karena pihaknya selalu diisukan bagian dari PKI.


"Loh, masak Presiden kelima RI dibilang PKI, terus Pak Jokowi, pilihan rakyat langsung loh dua kali, masak dibilang PKI. Katanya turunan bapak ibunya enggak jelas, bayangkan!" kata Megawati.

"Ngapain orang masih ngomongin jaman segini PKI, PKI, PKI, buktikan dong! Ada aturannya. Iya dong. Jangan hanya untuk membohongi rakyat, lama-lama saya kesel," lanjut putri Bung Karno itu.

Jelas Rahmad Handoyo, kekesalan dan kemarahan Megawati itu juga dirasakan oleh kader PDIP.

"Saya kira kemarahan Ibu itu sangat manusiawi, sehingga meminta kepada semua pihak yang memfitnah, yang memojokkan, yang membuat berita yang sangat menyakitkan itu, untuk dihentikan. Karena itu tidak bertanggung jawab, hanya untuk kepentingan sesaat, untuk kepentingan politik tertentu, sehingga itu Pak Jokowi tidak terpilih, itu sangat menyakitkan sebagai anak bangsa begitu," tuturnya.

Dan Jokowi, sudah sangat jelas asal usulnya, bukan dari PKI. Lalu kenapa terus digoreng.

"Kurang apalagi? Kemudian begitu didiamkan malah menjadi-jadi, hanya untuk kepentingan sesaat. Itu justru membahayakan keutuhan bangsa dan umat," terang Rahmad Handoyo.

"Sudahlah, sudahilah itu, mem-PKI-kan seseorang untuk kepentingan sesaat, hanya untuk kepentingan jualan politik, kepentingan tertentu," tambahnya melanjutkan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya