Berita

Demo besar mengguncang Polandia terkait undang-undang aborsi selama tujuh hari berturut-turut pada Kamis 29 Oktober 2020/Net

Dunia

Diguncang Demo Besar, Presiden Polandia Akhirnya Bergabung Dan Satu Suara Dengan Para Pengunjuk Rasa Soal Aborsi

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 15:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerusuhan di Polandia yang diakibatkan oleh aksi unjuk rasa penolakan undang-undang aborsi yang diperketat masih terus berlanjut di hari ketujuh berturut-turut.

Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Kamis (29/10) akhirnya memilih bergabung dengan pemrotes. Ia mengatakan bahwa wanita harus memiliki hak untuk melakukan aborsi dalam beberapa kasus.
Menurutnya, wanita itu sendiri harus memiliki hak untuk melakukan aborsi jika janinnya rusak secara bawaan. Duda telah melanggar barisan dengan kepemimpinan konservatif yang telah mengeluarkan undang-undang tersebut yang telah menyebabkan protes jalanan massal.

"Tidak mungkin hukum menuntut kepahlawanan seperti ini dari seorang wanita," kata Duda dalam wawancara dengan radio RMF FM, seperti dikutip dari Euronews, Kamis (29/10).

"Tidak mungkin hukum menuntut kepahlawanan seperti ini dari seorang wanita," kata Duda dalam wawancara dengan radio RMF FM, seperti dikutip dari Euronews, Kamis (29/10).

Dia berbicara setelah tujuh hari berturut-turut protes besar di seluruh Polandia menyusul putusan pengadilan konstitusional yang menyatakan tidak konstitusional untuk mengakhiri kehamilan karena cacat bawaan janin.

Keputusan tersebut secara efektif melarang hampir semua aborsi di negara yang telah memiliki salah satu undang-undang aborsi paling ketat di Eropa.

Para perempuan turun ke jalan menyerukan pembatalan undang-undang tersebut, meneriakkan siapa yang lebih menderita jika undang-undang itu disahkan. Bersama dengan seruan aktivis hak-hak perempuan mereka turun ke jalan untuk membela kebebasan mereka.

Perdebatan soal aborsi ini telah lama terjadi di Polandia. Pria dari kelompok sayap kanan, Pemuda Seluruh Polandia, telah menyerang wanita yang mengambil bagian dalam protes semalam di beberapa kota, termasuk Wroclaw, Poznan dan Bialystok.

Tindakan mereka terjadi setelah politisi paling kuat Polandia, pemimpin partai berkuasa Jaroslaw Kaczynski, menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalan untuk membela gereja setelah wanita mengganggu Misa Minggu lalu dan gereja yang dicoret-coret.

Banyak yang menafsirkan seruan Kaczynski sebagai izin untuk melakukan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.

Komentar Duda pada hari Kamis itu sangat kontras dengan reaksi awalnya minggu lalu, di mana dia menyambut dan menyetujui putusan itu. Minggu lalu, dia menekankan  penentangannya terhadap aborsi bahkan ketika janin rusak permanen.

"Aborsi adalah hal yang sangat terpolarisasi di masyarakat selama lima tahun terakhir," kata Malgorzata Szuleka, seorang pengacara di Helsinki Foundation untuk Hak Asasi Manusia di Warsawa, kepada Euronews.

"Mayoritas yang memerintah saat ini - yang juga diwakili oleh Andrzej Duda - melakukan beberapa upaya untuk membatasi undang-undang aborsi. Penting untuk mengatakan Polandia memiliki salah satu akses paling terbatas untuk aborsi di semua negara Eropa," katanya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya