Berita

Presiden Emmanuel Macron/Net

Dunia

Ramai Anti-Prancis Dan Anti-Macron, Pejabat Istana Elysée: Presiden Tidak Mengatakan Prancis Akan Terus Membuat Karikatur Nabi!

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penasihat kepresidenan mengatakan kata-kata Macron sengaja 'diubah bentuk' oleh para pemimpin tertentu karena alasan politik domestik.

“Mereka masing-masing memiliki masalah dan posisi yang kuat terkait dengan Prancis. Tanggapan mereka adalah manipulasi politik,” kata seorang pejabat, menambahkan bahwa ada masalah tambahan dalam memahami konsep 'laicité' atau sekularisme Prancis.

“Presiden sudah menjelaskan maksudnya tapi ada distorsi pada pernyataannya. Dia tidak mengatakan Prancis akan terus membuat karikatur Nabi, dia (hanya) mengatakan itu adalah bagian dari pelaksanaan kebebasan berekspresi di Prancis untuk memungkinkan media melakukannya,” kata pejabat itu, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (28/10).


“Tapi ada banyak disinformasi dan propaganda, bukan pemerintah Prancis yang menerbitkan karikatur dan sangat salah untuk membuat orang percaya bahwa pemerintah Prancis mempromosikan karikatur!

“Kami membela kebebasan pers. Bukan presiden yang menetapkan batasan apa yang bisa dilakukan pers. Tidak ada kejahatan penistaan ​​di Prancis dan karikatur adalah tradisi yang sangat tua," kata pejabat itu.

Macron telah memicu kemarahan ketika dia menyatakan Islam sebagai "agama yang sedang mengalami krisis hari ini, di seluruh dunia".

Pejabat Elysée bersikeras bahwa komentar presiden tidak ditujukan untuk Muslim.

“Ini bukan tentang Muslim di Prancis, ini tentang ekstremis brutal di Prancis; orang-orang yang jatuh ke dalam ekstremisme, kekerasan, fundamentalisme dan yang merugikan umat Islam. Mereka adalah musuh Islam."

"Biar kami perjelas, bagi kami, tidak ada kebingungan antara Muslim dan para ekstremis yang melakukan aksi teror, meski beberapa orang berusaha membuat kebingungan ini,” kata sumber Elysée.

Pihak istana Elysée mengatakan mereka menyesalkan bahwa dalam semua protes dan aksi kemarahan yang meneriakkan anti-Prancis dan anti-Macron, pembunuhan brutal terhadap Paty sama sekali tidak dibahas.

“Dari waktu ke waktu yang diserukan hanya hal-hal yang dapat melukai perasaan orang. Tapi apakah itu bisa membenarkan kematian seorang profesor? Kami tidak membunuh seseorang hanya karena kami tidak sependapat dengan mereka,” kata seorang pejabat.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan, Prancis tidak akan pernah melepas prinsip serta nilai-nilai yang dikandung soal kebebasan serta perlawanan terhadap ekstrimisme.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya