Berita

Menkes Terawan agus Putranto (kanan)/Net

Politik

Survei IPO, Publik Ingin Terawan Dan Johnny G.Plate Dicopot Dari Kabinet Jokowi

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 01:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) publik mengharapkan Presiden Joko Widodo sangat perlu melakukan reshuffle kabinet.

“Responden ditanyalan soal reshuffle itu masih kuat atau tidak? ternyata hasilnya masih kuat yaitu 60 persen menyatakan setuju adanya reshuffle,” ucap Dedi dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024, secara virtual, Rabu (28/10).

Untuk yang tidak setuju adanya reshuffle kabinet hanya 22 persen, dan yang tidak memiliki jawaban hanya 18 persen.


Adapun nama-nama yang perlu dirombak oleh Presiden Joko Widodo menurut penilaian responden, Menkes Terawan Agus Putranto yang konsisten di peringkat pertama.

Hasil survei menyebutkan bahwa sebanyak 57 persen publik mengharapkan Terawan diganti.

Kemudian di peringkat kedua ada Menkominfo Johnny G Plate, sebanyak 55 persen responden menginginkan Johnny dipecat presiden.

“Johnny G plate ini, artinya baru ya. Di bulan Juli beliau tidak sampai masuk ke ring atas untuk di-reshuffle. Tapi diakhir 1 tahun perjalanan ini beliau tiba-tiba menjadi peringkat teratas,” katanya.

Kemudian, peringkat ketiga yang diharapkan dipecat Jokowi yakni Menkumham Yasonna Laoly, Mentan Syahrul Yasin Limpo, kemudian Mendikbud Nadiem Makarim.

“Syahrul Yasin Yasin Limpo juga sama. Posisi sebelumnya beliu juga dianggap aman. Artinya, mungkin berkaitan dengan popularitas yang tidak terlalu menonjol. Tapi sekarang, bisa saja dipengaruhi oleh kebijakan beliau, terkait dengan pandemi dan segala macam atau mungkin muncul konstruktif yang dialihkan ata diamanahkan ke Pak Prabowo bukan kepada Syahrul Yasin Limpo,” bebernya.

“Sehingga nama beliau menjadi perbincangan publik. dan popularitasnya naik tapi ternyata popularitas itu justru linier terhadap Apa namanya sinisme publik? karena faktanya beliau dia harapkan untuk reshuffle sebanyak 44 persen,” katanya.

Terkait Nadiem Makarim, kata Dedi, semula stabil. Namun, dalam beberapa waktu terakhir Nadiem diharapkan publik untuk segera diganti.

“Sejak awal komposisi kabinet dibangun, sampai sekarang memang banyak kebijakan-kebijakan Kementerian Pendidikan,menuai polemik,” katanya.

Menteri KKP Edhy Prabowo juga ikut ke dalam daftar menteri yang perlu dicopot Jokowi, dengan memperoleh angka 37 persen. Kemudian ada Menko PMK Muhadjir Effendy sebanyak 37 persen, Menhub Budi Karya Sumadi 33 persen, Menag Fachrul Razi 28 persen, Agus Gumiwang Kartasasmita 25 persen, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar 23 persen.

“Muhajir Effendi, Budi Karya Sumadi, Fachru Razy secara terus-menerus adalah menteri-menteri yang tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan nama-nama di atas,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya