Berita

Mahasiswa Surabaya dalam peringatan sumpah pemuda/RMOLJatim

Nusantara

Sumpah Pemuda, Mahasiswa PTKIN Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 20:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) PTKIN se-Indonesia bersama DEMA IAIN Kediri dan DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Mimbar Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10).

Aksi mimbar mahasiswa tersebut dilaksanakan di sekitar komplek kampus UIN Mulana Malik Ibrahim Malang.

Ketua DEMA IAIN Kediri, Qoriul Istafidz menyatakan momentum sumpah pemuda harus menjadi catatan sejarah bagi pergerakan generasi muda.


"Perlu kita ketahui bersama bahwa momentum peringatan sumpah pemuda pada tahun ini akan menjadi catatan sejarah yang sangat berarti dari peringatan yang telah berlalu," ujar Quriul dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim.

"Hari ini kita tegaskan bahwa pergerakan demontrasi turun ke jalan guna menyuarakan penolakan terhadap Undang Undang Cipta Kerja akan terus digelorakan mahasiswa dan pemuda," tambahnya.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia Onky Fachrur Rozie menambahkan, bahwa mimbar bebas tersebut sebagai wujud perlawanan mahasiswa atas ketidakadilan.

"Mimbar mahasiswa ini adalah simbol bahwa rakyat dan mahasiswa akan tetap melawan ketidak adilan dan menolak omnibus law serta ekonomi oligarki," tegas Onky.

Hal yang serupa juga di utarakan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Malang, Aden, bahwa pergerakan ini lahir atas keresahan masyarakat luas akan UU Cipta Kerja yang cenderung kontroversi dan merampah hak hak sipil.

"Pergerakan kita adalah gerakan moral atas keresahan bersama rakyat Indonesia akan UU Cipta Kerja yang kontroversi dan cacat secara proses," ujar Aden.

Diakhir kegiatan mimbar mahasiswa Korpus DEMA PTKIN se-Indonesia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengirim surat terbuka langsung kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo.

"Di hari Sumpah Pemuda ini, kami akan mengirimkan surat terbuka kepada Bapak Jokowi bahwa mahasiswa dan masyarakat luas menolak omnibus law dan kita mengajak pemerintah pusat untuk dialog publik persoalan kebangsaan dan UU Cipta Kerja yang bermasalah dan cacat secara proses" tegas Onky.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya