Berita

Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henry Subiakto/Net

Politik

Dari ILC Pindah Ke Twitter, Henry Subiakto: Fadli Zon Sebaiknya Ditunjuk Sebagai Special Envoy Vaksin 2 Dolar

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 15:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henry Subiakto kembali membuka ruang diskusi soal harga vaksin Covid-19 dan perihal hoax seputar vaksin.

Tadi malam di acara Indonesia Lawyer Club (ILC), dia dan politisi senior Partai Gerindra, Fadli Zon berdebat hangat terkait vaksin Covid-19.

Kali ini, Henry Subiakto membuka diskusi lewat akun Twitter miliknya di @henrysubiakto.


Dengan emotikon tertawa, dia pun mengusulkan agar Fadli Zon ditunjuk sebagai utusan khusus untuk mencari vaksin seharga 2 dolar AS, sekaligus membuktikan hal itu bukan hoax.

"FZ ngotot harga vaksin Covid-19 hanya 2$. Padahal untuk biaya riset dan uji coba sengat mahal, dan sekarang belum ada yang siap, tepi kebutuhan datang dari seluruh dunia," tulis Henry Subiakto, Rabu (28/10).

"Sebaiknya orang itu ditunjuk saja sebagai special envoy untuk cari vaksin seharga 2$ sekaligus membuktikan bukan hoax," lanjut dia di twitt yang sama.

Di kolom komentar, netizen pro kontra, ada yang dukung Henry Subiakto dan juga yang bela Fadli Zon.

Pemilik akun @wasis_515WS mengatakan, perdebatan Henry Subiakto dan Fadli Zon di ILC sangat tidak pantas. Seharusnya menurut dia, Henry Subiakto tidak terpancing provokasi Fadli Zon.

Adapun yang punya akun @logic_editor, dia menyindir Henry Subiakto. "Jiah, profesor kok kelakuan kayak tetangga gw sih. Rapat RT gak bisa argumen, terus bikin rapat sendiri di warung kopi," imbuhnya.

Masih di kolom komentar, ada juga netizen yang meng-capture twit pegiat media sosial, Denny Siregar berisi sindiran kepada Kemkominfo.

"Halo @kemkominfo. Kalau kalian gak bisa jadi tim komunikasi program Presiden @jokowi yang baik, mending kalian bikin giveaway saja deh. Bekerjalah terus meski tak berguna" isi twit @Dennysiregar7.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya