Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Uni Eropa Kurangi Pertemuan Tatap Muka

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 12:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang virus corona kian menerjang di beberapa negara di Eropa. Mengantisipasi penyebaran yang lebih meluas lagi, Uni Eropa segera mengambil kebijakan untuk mengurangi pertemuan tatap muka dan menggantinya dengan pertemuan virtual.

Brussel saat ini dilanda peningkatan tajam angka kasus harian hingga lebih dari 15 ribu dalam satu hari pada Minggu. Membuat otoritas bergerak segera untuk menerapkan protokol kesehatan yang lebih tegas lagi.

Namun, Presiden Jerman untuk Dewan Eropa memperingatkan, bahwa "Hampir tidak mungkin membahas beberapa hal penting, seperti kesenjangan dan anggaran jangka panjang blok itu tanpa pembicaraan tatap muka."


Ibu kota Belgia, kota markas lembaga utama UE, memiliki salah satu tingkat infeksi Covid-19 tertinggi di dunia, ketika gelombang kedua virus menyebar di Eropa.

KTT Uni Eropa terganggu bulan ini ketika tiga pemimpin harus melakukan karantina mandiri setelah melakukan kontak dengan operator, dan dua menteri luar negeri, dan seorang perdana menteri dinyatakan positif.

Sebagian besar pekerjaan sehari-hari di Komisi dan Dewan Eropa dilakukan oleh pekerja jarak jauh, dan Parlemen Eropa memilih untuk melewatkan sesi pleno di Strasbourg.

Tetapi para pemimpin khawatir beberapa masalah - khususnya perselisihan mengenai ketentuan kerangka anggaran tujuh tahun Uni Eropa bernilai triliun euro - tidak dapat diselesaikan jika hanya lewat pertemuan virtual.

"Hanya pertemuan penting yang diperlukan untuk memfungsikan UE atau untuk mengoordinasikan tanggapan krisis Covid-19 yang akan terus berlangsung secara tatap muka, dan hanya dengan syarat bahwa semua aturan jarak sosial dan sanitasi dapat dipatuhi dengan ketat," ujar juru bicara UE, seperti dikutip dari AFP, Selasa (27/10).

"Langkah-langkah ini akan berlaku selama situasi pandemi di Brussel membutuhkannya," tambahnya, setelah pertemuan duta besar Uni Eropa.

"Negosiasi yang sedang berlangsung tentang anggaran Uni Eropa dan paket pemulihan adalah di antara proyek-proyek prioritas," katanya, menyerukan agar pembicaraan anggaran itu mencapai "kesimpulan yang berhasil secepat mungkin."

"Hampir tidak mungkin mencapai kesepakatan antara Negara Anggota UE dan Parlemen Eropa tanpa negosiasi dan pertemuan tatap muka," ia memperingatkan.

Para pemimpin UE pada prinsipnya telah menyetujui persyaratan paket pemulihan pasca-Covid 750 miliar euro, didukung oleh anggaran 1,075 triliun euro untuk menutupi pengeluaran UE 2021-2027.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya