Berita

Walikota Roma Virginia Raggi bercerita bahwa dia kerap menjadi target sasaran mafia Italia/Net

Dunia

Cerita Walikota Roma Jadi Target Mafia Italia

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 11:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Memegang peranan penting sebagai pemimpin selalu datang bersamaan dengan resiko yang tinggi. Setidanya itulah yang dialami oleh Walikota Roma Virginia Raggi.

Dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini, Raggi menceritakan bahwa dia menjadi target sasaran dari kelompok kejahatan terorganisir alias mafia.

Menurutnya, kelompok mafia berencana untuk membunuhnya dan keluarganya karena Raggi telah "mengganggu" wilayah kekuasaan mereka.


Dalam wawancara tersebut, Raggi menuturkan bahwa klan Casamonica, yang terkenal karena aktivitas kriminalnya, menargetkannya setelah dia menghancurkan beberapa vila yang mereka dibangun secara ilegal pada tahun 2018.

"Kami telah diberi tahu bahwa mereka merencanakan serangan terhadap saya dan keluarga saya," katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Raggi mengatakan dia juga melawan klan mafia kuat lainnya, seperti keluarga Spada di lingkungan tepi laut Ostia dan keluarga Marando di San Basilio, di pinggiran timur Roma.

"Ada beberapa bagian Roma di mana orang-orang mendekati saya untuk memberitahu saya untuk terus berjuang tetapi kemudian mereka pindah karena mereka takut dilihat oleh klan," sambungnya, seperti dikabarkan The Guardian.

Bukan hanya gangguan dari para mafia, Raggi juga bercerita bahwa dia mengalami masa sulit sebagai walikota. Pada tahun-tahun pertamanya menjabat, dia dilanda kesulitan hukum dan banyak pembelotan dari pemerintah kotanya.

Raggi diketahui menjadi walikota wanita pertama Kota Roma pada tahun 2016 sebagai terobosan untuk partainya, Gerakan Bintang Lima, yang sekarang memerintah secara nasional. Dia mencalonkan diri untuk pemilihan ulang tahun depan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya